Hampir tiap bulan ini Perfourm mengawal HGMP Racing Team beraksi dunia motorsport Indonesia maupun Malaysia. Dari drifting hingga balap touring di ISSOM. Pada awal bulan April ini, HGMP Racing Team menuju ke kota Bekasi untuk mengikuti Drift Camp 2017, sebagai ajang latihan dan pemanasan sebelum event kejurnas yang diadakan pada awal bulan Mei esok.
Well, sehari sebelumnya atau pada hari Sabtunya saya pun datang ke akad nikah dan juga acara resepsi pernikahan antara Akbar Rais dan Dea yang merupakan pasangan yang mulai QTT dan race day selama 2 tahun pacaran, dan akhirnya bisa naik podium pernikahan pada tanggal 8 April 2017 yang lalu.
Woohooo..akhirnya saya sudah tidak lajang lagi!! mungkin itulah teriakan Akbar Rais setelah melangsungkan akad nikah, dan langsung menuju S15 Varietta untuk melakukan doughnut. Maybe pembalap Pertamina seperti Rifat Sungkar bahkan Rio Haryanto pun tidak pernah melakukan ini di kantor pusat perusahan minyak plat merah ini. Yang jelas its not your ordinary wedding day.
Tanggal 9 April 2017 atau keesokan paginya kami pun menuju ke Bekasi. Yang cukup unik dari perjalanan ini adalah hadirnya sebuah BMW E46 Coupe yang berkelir Austin Yellow dengan plat nomor Akbar Love Dea. Yes guys ini adalah mobil kawinannya Akbar Rais yang baru saja menikah dengan wanita pujaan hatinya pada sehari sebelumnya alias tadi malam.
Sesampainya di BSI Convention Center kota Bekasi, Akbar pun lantas berganti mobil pengantin dengan menggunakan BR2Z
Menurut saya pribadi, ini adalah mobil drift favorit saya. Saya suka saja melihat body mungil coupe nya BRZ ini dijejali Rocket Bunny aero kit, 2JZ pada engine baynya, sequential dogbox gearbox, dan juga liverynya. Apalagi belum ada orang di Indonesia yang membuat BRZ atau GT86 versi hardcorenya untuk drifting, kebanyakan hanya sekedar hard parking di parking lot atau auto contest saja.
Mesin 2JZ-GTE dengan turbo Garrett GT35 ini mengeluarkan output sebesar 590 horsepower yang tersambung ke Quaife sequential dogbox transmission
Ketika kita membuka trunk atau bagasi belakangnya, maka bagasi ini sudah berubah fungsi menjadi 2nd engine bay, dimana 2nd radiator sudah terpasang disini lengkap dengan ATL fuel cell dan Aeromotive fuel pump
Bagian interiornya pun sudah dilakukan diet besar-besaran alias weight reduction seperti layaknya competition car, dashboard originalnya juga digantikan oleh carbon fiber dashboard, Dan untuk menambah kesan Rocket Bunny, sepasang TAKATA X Rocket Bunny bucket seat pun didatangkan langsung dari Jepang all the way to Indonesia.
Uniknya lagi MoTec M800 yang bertugas sebagai otaknya, bersanding dengan MoTec C125 dash nya bisa dinamakan sesuai dengan drivernya, contohnya saja untuk display ini digunakan ketika Akbar Rais yang berada dibalik kemudinya.
Sementara jika Dede Muhaimin yang berada di hot seat nya, maka akan berubah menjadi seperti ini
Harus saya akui pengusaha asal kota Pangandaranan ini seorang car guy atau speedfreak sejati, terutama pada yang namanya speed and BMW. Dede juga merupakan anggota aktif BMWCCI Chapter kota Cirebon
Dari yang awalnya Cuma membangun sebuah 400 hp BMW 1 JZ yang bernama bulldog, kini bertambah lagi satu mobilnya yang bisa dibilang mobil drift paling modern, mutakhir, canggih, dan gadun di Indonesia. Karena satu-satunya yang menggunakan body dan chassis BRZ atau GT86 dengan full wisefab lock kit dan sequential dogbox gearbox
Dan bersama ke-4 pembalapnya, HGMP Racing Team ikut meramaikan dan bertarung di lintasan balap Indonesia dan luar negeri. Mulai dari Gymkhana, slalom, drifting, hingga akhirnya balap touring. Dan line up pembalapnya adalah (dari kiri ke kanan), Akbar Rais, Dede M, Alinka, Aria, dan Vito.
Bulldog pun sudah line up di garis start bersama Chandra di sebelahnya yang menggunakan Nissan Cefiro.
Meet si wanita penjinak Bulldog BMW E36 1 JZ ini, yaitu pembalap wanita serba bisa, yaitu Alinka. Mulai dari Slalom, drifting, gymkhana, touring, hingga speedoffroad dilakoni wanita yang satu ini.
Alinka pun mulai masuk ke lintasan yang terletak di parking lot BSI Convention Center yang merupakan aspal kasar dengan permukaan yang dipenuhi dengan kerikil dan pasir. Sehingga tergolong track yang cukup tricky dan licin akibat permukaannya yang dipenuhi oleh pasir.
Well, track yang berpasir bukanlah masalah untuk pembalap wanita yang sudah kenyang juga dengan lintasan tanah atau lumpur di speedoffroad. Alinka pun terlihat semakin agresif dengan Bulldog.
Sepertinya dia sudah menemukan cara untuk menjinakkan si Bulldog, terutama pada rpm rendah, dimana gejala turbo lag pada mesin 1JZ nya berulah. Yang artinya si Buldog memang harus diajak bermain kasar.
Dari Bulldog yang merupakan BMW E36 full spec kita beralih ke BMW E36 entry level, yaitu si Sobir. Ada Aria Ramadhan yang berada di hot seat dan di dampingi oleh Alinka sebagai navigator.
Si Sobir sendiri merupakan BMW E36 entry level yang di bangun oleh Exclusive Garage untuk mengikuti kompetisi slalom dan gymkhana nasional kelas RWD atau penggerak belakang.
Tapi dikala jadwal slalom dan gymkhana sedang libur, maka si Sobir yang merupakan stock car ini berubah menjadi drift car.Body nya yang sudah di weight reduction dengan penggunaan carbon fiber di beberapa bagian body mobilnya. Kaki-kakinya sendiri menggunakan KW Suspension dan SLR Speed Drift super angle kit sama seperti yang digunakan E36 Bulldog
Oleh karena itu si Sobir yang langganan juara di ajang gymkhana ini, sangat mudah untuk diajak berdansa di lintasan drifting. Ya meskipun dengan tenaga yang pas-pasan, namun untuk urusan torsi dan angle, si Sobir bisa diandalkan untuk di jadikan mobil latihan bagi pemula ataupun perang dengan drifter lain.
Dari duo BMW si Bulldog dan si Sobir, kita beralih ke Akbar Rais yang sedang bersiap-siap memulai latihannya di Drift Camp
Begitu juga sang Godfather a.k.a big boss nya HGMP Racing Team, yaitu Dede Muhaimin
Ke-2 drifter dan ke-2 driftcar level hardcore nya, yaitu BR2Z dan Silvia S15 Varietta mulai meninggalkan paddock menuju ke lintasan drift camp
Akbar Rais pun mendapatkan tamu atau penumpang yang istimewa dan rumahnya yang far far away, yaitu Gui Foo Sing dari Team Suzuka Oil Malaysia, Foo sing sendiri menjadi tamu pada pernikahan Akbar Rais yang di gelar tadi malam atau sehari sebelumnya, dan juga menjadi tamu VIP bagi HGMP Racing Team di drift camp.
Drifter asal Malaysia ini akan mencoba kedasyatan Subaru BR2Z nya HGMP, tapi sebelumnya dia harus menjadi penumpang terlebih dahulu untuk mendapatkan quick tutor dari sang pilot Akbar Rais.
Akbar pun mulai menunjukkan buasnya BR2Z ini kepada Gui Foo Sing. 2JZ yang bertenaga 590 hp di muntahkan semuanya oleh Akbar melalui Quaife sequential dogbox transmission yang merupakan senjata barunya BR2Z. Wise Fab lock kit pun membuat mobil ini mendapatkan super angle yang di inginkan oleh Akbar.
Apalagi ditambah tambahan amunisi performance par barunya berupa Quaife sequential dogbox gearbox dan juga Motec M400 Ecu, mobil ini pun semakin beringas dan menampakkan kelasnya sebagai mobil drift yang mempunyai grade A alias S Class.
Jadi tidak ada salahnya untuk mengajak si BR2Z ini untuk sedikit berally tarmac ria
Tapi ketika BR2Z ini diajak mendapatkan kesempatan untuk flat out, maka mesin 2 JZ yang juga dibantu dengan tabung NOS akan menjadi smoke machine
Akbar Rais yang bertugas sebagai pilotnya pun dari hari ke hari semakin menguasai BR2Z yang masih mempunyai problem pada bagian steering nya ini. Apalagi pria yang baru saja menikah sudah sering bertanding di luar negeri seperti Malaysia, jadi wajar Akbar skill nya menjadi lebih aggressive karena terbiasa bertarung dengan drifter luar yang level nya diatas dia.
Dede M pun memulai drift campnya dengan S15 Silvia Varieta 2JZ yang yang berasal dari Malaysia ini. Sedan coupe cabriolet yang rare ini pun berdansa bersama pengusaha muda ini. Ini adalah kali ke-2 saya melihat Dede mempiloti Varietta nya setelah event AMF Yogyakarya 2016 yang lalu.
Skill nya pun semakin meningkat dan terlihat lebih agresif dalam menekan pedal gas, dan sudah berani untuk melakukan initiate dengan speed yang tinggi.
Namun terkadang dia masih kesusahan dalam mengambil atau mempertahan kan racing line dan anglenya. Mungkin karena speed nya yang sudah mulai meningkat, Jadi dia perlu mulai meraba-raba lagi untuk mencari racing line atau angle yang pas.
Foo Sing pun mulai bersiap-siap untuk mencoba BR2Z nya HGMP Racing Team.
Bisa dibilang ini adalah debut perdananya bermain drifting di Indonesia, walaupun levelnya hanya sekedar open practice. Pada hari itu Foo Sing hadir tidak seorang diri, ada Alung the Mat Rempit.
Alung sendiri merupakan salah satu drifter dari Malaysia yang sering wara wiri bertarung di Indonesia. Jika HGMP sedang berada di Malaysia, maka Alung akan menjadi baby sisternya team asal kota Pangandaran ini. Nissan Silvia S15 Varietta juga merupakan mantan drift machine nya Alung di Malaysia.
Sementara Foo Sing sendiri akan mencoba pertama kali nya Subaru BRZ yang sudah dipersenjatai dengan 2JZ plus quaife sequential dogbox gearbox dan Wisefab lock kit
Drifter Malaysia yang biasanya mempiloti sebuah Nissan Silvia S14 2JZ ini tampil begitu agresif dengan BR2Z. Walaupun baru pertama kali atau 1st run bersama mobil ini, Foo Sing sudah menunjukkan kualitas drifter dari Malaysia.
Dalam 2 kali run saja dia mampu menjinakkan mobil bertenaga 590 hp ini. Mungkin karena spek mobil nya beda tipis dengan S14 nya (2JZ + sequential dogbox ), dia akhirnya mampu membuat BR2Z ini berdansa dengan mudah.
Next stop, kita akan mengawal salah satu mantan juara nasioal atau MJN European Touring Car Championship di kelas Euro 3000 Master, yaitu Aria Ramadhan yang tahun ini come back lagi ke medan pertempuran balap touring bersama HGMP dengan BMW E46 di kelas STC 3600
Tapi di drift camp kali ini dia akan mencoba menjinakkan 400 hp 1JZ BMW E36 yang bernama bulldog. Dari grip berubah menjadi oversteer.
Berbekal latihan dan 1 kali mengikuti event kompetisi drifting internasional di Melaka, Malaysia, pecinta BMW tanpa saya duga tampil begitu agresif dengan si Bulldog. Beberapa kali runnya, Aria selalu flat out dan selalu tipis mengambil racing line luar. Bahkan dia beberapa kali ban belakangnya sangat tipis dengan pembatas selokan.
I don’t know, sepertinya Aria memang lebih cocok mengendarai sebuah BMW daripada mobil pabrikan Jepang, seperti Nissan Cefiro A31 sewaktudi Tonkka Drift King, Melaka Malaysia bulan Januari 2017 yang lalu. Dia mendapatkan nyawa ADAC boys nya kembali di E36 ini, ya meskipun jantung atau dapur pacunya 1 JZ made in Japan.
HGMP pada drift camp itu juga memperkenalkan drifter baru mereka yang wild, young and dangerous. Yaitu Vito yang merupakan murid SMA kelas 2 dan juga adik kandung dari pembalap wanita Indonesia, Alinka
Di HGMP Vito akan mempiloti sebuah Nissan Cefiro A31 RB25DET, dan rencananya akan bertarung di kelas drift star pada event kejuaraan drifting di Indonesia.
Bahkan saking wild, young, and dangerous nya Vito. Dia sempat drifting dengan rear bumper yang bertebangan di angkasa hingga garis finish.
Rear bumper sudah di copot, di run yang ke-2, Vito pun berhasil membuat gaya atau jargonnya Paul Walker (Brian O’Connor Fast Furious) “ Pop The Hood”. Dan diapun can’t stop won’t stop walaupun hood nya terangkat.
Waktunya untuk 2 mobil hardcore HGMP Racing Team turun gunung secara bersamaan alias tandem bareng
Alinka menjadi pilot BMW E36 Bulldog, sementara Akbar Rais berada di dalam hot seat nya BR2Z
Initiate pun berjalan lancar, ke-2 mobil pun gapnya tidak terlalu jauh. Namun sayangnya ketika selepas initiate dan hendak switching ke kanan, Alinka melakukan kesalahan atau melintir, hingga membuat Alinka terhenti. Gap antara ke-2 mobil ini pun menjadi jauh, dan hilang sudah moment mereka door to door atau bumper to bumper.
Dari BR2Z versus Bulldog E36, tandem practice pun dilanjutkan lagi antara Aria di Sobir E36 melawan Dede M pada Varietta. Aria pada Sobir stock engine inipun berusaha untuk memperlebar gap dari Dede yang menggunakan S15 bermesin 2JZ ini.
Lepas tandem practice dengan team sendiri. Akbar pun melanjutkan tandem practice nya bersama drifter lainnya, kali ini dia bertandem ria dengan Rengga Mahendra
Tetapi tandem seru atau panas pada drift camp kali itu adalah antara Akbar Rais melawan rekan satu teamnya dulu di Achilles Drift Team, yaitu E. Amandio. Amandio yang mempiloti sebuah Nissan Silvia S13 stock ini berusaha mati-matian memperkecil gap dengan BR2Z yang sudah hardcore ini. Gap antara ke-2 drifter ini pun terlihat jauh ketika Akbar Rais berada di posisi lead.
Namun begitu Amandio berada di posisi lead, drifter yang mempunyai jam terbang dan sering bertanding di USA dan Jepang ini berusaha untuk melarikan diri dari serangan Akbar Rais. Namun Akbar Rais pun tak membiarkan Amandio menjauh dari dirinya.
Akbar pun berhasil menempel Amandio dan saling side by side.
Hujan pun mulai membasahi area drift camp, itu berarti waktunya untuk berdansa di track basah.
Alinka pun mengaawali wet practice season kali itu
Sama seperti waktu sesi siang hari, di sesi sore hari yang merupakan sesi lintasan basah, Alinka pun terlihat dengan tenangnya mengajak si Bulldog berdansa di lintasan basah
Aria yang diawal-awal sesi latihan lintasan basah mengalami spin out atau melintir beberapa kali, akhirnya berhasil mengajak Bulldog berdansa dengan mulus dari garis start hingga finish.
I guess practice makes perfect untuk yang satu ini. Drifting sendiri merupakan hobby sampingan Aria ketika seri balap touring sedang kososng.
Waktunya si big boss HGMP Racing Team berdansa di track basah dengan Varietta nya.
Mungkin karena lintasan yang basah dan licin, Dede pun terlihat membuat angle yang cukup lebar, hingga membuat posisi Varietta nya hampir backward.
Aria yang merasa diatas angin karena sudah berhasil menjinakkan Bulldog di lintasan basah pun lantas mengajak Akbar Rais untuk bertandem Ria dengan menggunakan Sobir. Hasilnya Akbar Rais yang menggunakan stock car (chase) itu pun menjadi bulan-bulan bagi Aria yang berada di depan (lead) sambil melambai-lambaikan tangan kanannya kepada Akbar supaya mendekat. Nyatanya, Akbar tak mampu mendekat.
Bahkan dalam usaha pengejarannya, Akbar pun sembat mengalami keram kaki hingga mobilnya pun harus berhenti di tengah lintasan dan di gandeng keluar oleh tim medis.
Chandra HTJRT yang melihat kejadian tersebut langsung berlari menghampiri Akbar yang sedang kesakitan sambil meremas “front and rear bumpernya” sambil berkata “ makanya semalam ngegasnya jangan kekencengen!!”
Pria yang baru saja tadi malam menikah dan mengadakan resepsi pernikahan ini akhirnya mendapatkan P3K dari tim medis yang bertugas di tepi lintasan
Duel antara Akbar Rais dan Amandio pun berlanjut sampai di track basah atau penghujung acara drift camp. Kali ini Akbar Rais menggunakan stock BMW yang merupakan mobil perang HGMP di lintasan slalom ataupun gymkhana. Walaupun si Sobir N/A atau natural aspirated, namun Akbar mampu menempel atau membayangi Amandio dengan cukup rapat.
Posisi pun berubah menjadi Akbar lead dan Amandio Chase. Akbar pun dari semenjak start sudah mulai berusaha meninggalkan Amandio dengan memperlebar jarak antara mereka.
Namun Amandio tidak mau menyerah begitu saja, juara 3 ADGP Jakarta 2015 ini pun memberikan tekanan kepada Akbar Rais. Pertarungan ini pun bisa dibilang penuh dengan trick dan jebakan batman dari masing-masing drifter untuk mengalahkan lawannya. Ketika Amandio posisi lead (depan), Amandio pun menunjukkan kulaitasnya sebagai drifter yang kenyang asam garam kompetisi di luar negeri, hingga membuat Akbar Rais bekerja extra keras supaya tidak bisa menempel Amandio. Ketika posisi di balik, Akbar pun memberikan tekanan kepada Amandio yang berusaha menempelnya, namun hari itu Amandio harus berusaha extra keras untuk mempertahan kan racing line dan posisi mobilnya supaya tidak straighten ataupun mendahului Akbar.
Namun hasilnya, beberapa kali Amandio melakukan straighten di beberapa tikungan. Benar-benar pertarungan yang sangat seru dan berkualitas. Masing-masing drifter pun menunjukkan kualitas dan jam terbangnya di pertarungan yang sama-sama menggunakan stock car ini. Disini terlihat hasil mereka sering bertarung di luar negeri, tanpa mereka sadari ilmu mereka menjadi makin skill. Akbar pun mengakui kalo sesi tandemnya ini menambah ilmu atau jam terbang baginya, karena Amandio sendiri merupakan langganan juara di kompetisi drifting dalam maupun luar negeri, dan sangat susah untuk dikalahkan.
Vito..Vito..Vito.. setelah di sesi latihan siang hari, Vito drifting dengan posisi rear bumper yang melayang kemana-mana, dan hood yang terbuka hingga menghalangi windshield atau kaca depannya. Di sesi sore hari sewaktu lintasan basah, Vito yang terlalu bersemangat menggeber Sobir akhirnya mengalami starighten atau under steer hingga membuat mobilnya melebar ke luar lintasan dan roda depan kanannya menghantam pembatas got
Vito pun mencoba menjalankan mobilnya, namun mobilnya tak mau jalan. Akhirnya setelah dicek, arm SLR nya patah hingga membuat ban nya masuk ke dalam
Dia pun harus berkenalan terlebih dahulu dengan yang namanya motorsport ataupun because race car di debut awalnya latihan drifting. That face….
Well, drift selama sehari ditambah lagi dengan macetnya jalanan dari kota Bekasi menuju ke Jakarta yang OMG itu membuat kami semua kelaparan. Solusinya adalah makan besar, pilihan pun jatuh ke rumah makan Padang yang kebtulan rumah makan favorit si Alung jika di Indonesia atau Jakarta.
Terutama pada ayam goreng atau ayam popnya ini. Alung pun mengakui kedasyatan rasa dari masakan padang ini terutama ayam pop dan ayam gorengnya, yang dimana di Malaysia sana tidak ada yang seenak ini. Bahkan saya sendiri habis 6 potong ayam pop ini all by my self.
Selamat membayangkan ayam popnya guys. HGMP will be back…
Bayu Sulistyo
IG : @bayusulistyoo
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com
*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com











