Another circuit has been unlocked. Well, jika sebagian orang mempunyai banyak goals dalam hidupnya, terutama ketika melihat sosial media seperti Instgram. Maka salah satu goals dalam hidup saya adalah mengunjungi dan liputan sebanyak mungkin di circuit yang ada di muka bumi ini. Dan pada hari Minggu, 16 April 2017 yang lalu. Goals saya pun tercapai yaitu liputan VSC Drag Race Series 2017 di Sirkuit Lanud Gading kota Wonosari Jawa Tengah bersama BKRT atau Bunga Karya Racing Team Solo.
That’s right guys, kita serasa berada di Race Wars nya film Fast and Furious dimana kita drag race di tengah-tengah lintasan runawaynya pesawat terbang. Dan yang saya suka adalah cuacanya sangat cerah dengan komposisi langit biru dan awan yang bersih. Saya baru kali ini menemukan sirkuit dengan langit yang sangat cantik seperti ini. Lovely sky
Untuk lintasannya juga saya rasa juga jauh lebih baik daripada Sentul International Circuit dan Lanud Soewondo Medan. Di sini grade aspalnya untuk take off dan landingnya pesawat, so pasti sangat grip untuk ban mobil drag race yang ber R compound atau pun slick tires. Dan uniknya panitia mengadakan 2 macam race, yaitu 201 meter pada hari Sabtu dan 402 meternya pada hari Minggu.
Mungkin karena setingan gear ratio para dragster kota Jawa Tengah yang napasnya hanya sampai 201 meter, atau terbiasa main 201 meter. Peserta di hari minggu, atau race 402 meternya tergolong sepi atau adem ayem. Tapi beberapa peserta yang bernapas panjang seperti ke-2 Starlet dengan mesin 4AFTE pun beradu nasib dengan para pasukan all motor Honda boys
This is it yang dimaksud dengan para pasukan all motor Honda Boys. Sebuah EG6 dengan weight reduction besar-besaran, dan tentu saja engine baynya di jejali B series engine yang kalo di dunia tinju masuk dalam kelas Heavy weight performance. Seperti Thongkolan SAR Speed Hj. Fatimah EG6 dari kota Solo dengan livery barunya. It’s good to see our sticker (Perfourm), masih berada di wing nya. And remember, if you take care our sticker, we’ll take care of you in the circuit.
Dari kota Semarang ada ATOZ BMS Supernova EG6 milik Bagoes Risky yang masih bermesin 350 hp H22, namun liverynya pun terlihat baru dan semakin bling bling
Dan yang ke-3 adalah Chili BKRT Wisesa Motorsport EG6 milik duo kakak beradik Hendra dan Nor Wibisono
Untuk kelas FFA? Ternyata si Micky Mouse Engine+ CN9A yang merupakan pemegang rekor Evo tercepat di Indonesia (402 meter), yaitu oleh Rendi turun gunung setelah tidur panjangnya dari tahun 2015 yang lalu (Sentul Drag Race 2015 rd.1). Mesin 4G63T yang sudah di stroker kit Tomei menjadi 2.3 Lt plus PPG dog box sequential gear box, dan bernapas melalui Turbo Garret serta di otaki oleh Haltech PS 1000 ini mampu menyemburkan tenaga sebesar 750 WHP ini mencetak waktu 09.745 detik menembus atau memecahkan rekor the fastest Evo in Indonesia yang sebelumnya dipegang oleh Stefen Teo dari Steve Garage Pekanbaru (Red Ants EVO IX) dengan best timenya 9.76 detik pada tahun lalu. Sementara di peringkat ke-3 ada Welliem dari ABS Performance dengan Redbull Epo V (9.76 detik)
Terhitung sekitar 12 kelas dengan rincian 11 kelas mobil dan 1 kelas Moge diperlombakan oleh panitia. Dari kelas bracket 19 detik hingga FFA semua ada disini, ya mirip dengan Sentul Drag Race. Di kelas bracket 15 detik Eko A.K dari team NKBB Cilacap berhasil merebut podium ke-5 dengan best timenya 15.519
Dikelas 3.5 1 s/d 1500 cc thn bebas, 2 pembalap Ayopa berhasil menyabet podium di kelas ini, yaitu Hendri dan Syauqi Riyadhi dengan best timenya 16.369 dan 16.497
Ada salah satu Starlet atau si little tiny winy Toyota yang berhasil membuat pemilik mobil Lancer Evo atau EG6 all motor sport jantung ketika melihat si Starlet ini berlari dari start hingga garis finish. Yaitu Starlet Biru milik Andry Yunior dari team GSS kota Malang.
Andry dan Starlet 4AFTE nya berhasil mencuri dan merebut podium ke-2 di kelas bracket 13 detik dengan best timenya 13.382
Beberapa team atau pembalap pun mencoba anti mainstream dengan memakai Lancer all motor, namun sayangnya mereka gagal melawan kedigdayaan mesin SOHC ataupun DOHC nya Honda.
Termasuk juga Andry Kuswinartha dari Pro Drag Racing kota Semarang yang pada event kali itu gagal naik ke atas podium di kelas bracket 13 detik
Rendi pun juga harus puas pulang dengan tangan hampa. Piala FFA dan mungkin pemecahan rekor lagi terbuang akibat kerusakan pada rumah wasgatenya sewaktu bertarung sehari sebelumnya (201m) dengan best time 07.034 (juara 1 FFA). Di hari Minggu disaat pertarungan di FFA 402 m, heardernya pun kembali retak sehingga menyebabkan performancenya menurun. Rendi sempat mencetak waktu 10.07 sebelum D.N.S. Sehingga menyebabkan dia tak mampu untuk ikut bertarung di heat yang ke-2. So far dia berhasil menjadi The Fastest of The Day.
Dan juara 1 di kelas bracket 13 detik direbut oleh Hendra Wibisono dari BKRT Wisesa Motorsport dengan best timenya 13.110
Sementara di kelas FFA yang hanya di isi oleh pertarungan antar Evo ini, yaitu Engine+ The Bardie versus BKRT Wisesa Motorsport berhasil di menangkan oleh Engine+ The Bardie yang direbut oelh Sigit Fitrianto dengan best timenya 12.763
Waktunya kita masuk ke All Motor class, dimana para pasukan all motor Honda Boys bersiap-siap memanaskan slick tires mereka di area waiting zone.
Di kelas bracket 14 detik duo pembalap dari team SAR Speed Kembar Jaya dengan Honda Civic Wonder SB3 berhasil merebut podium 1 dan 2 dengan pembalapnya di podium 1, yaitu Johan Farih (14.077), dan M. Wasrik (14.368)
ATOZ Supernova ORD EG6 tampaknya harus pulang lebih awal karena terjadi kerusakan pada mesin oil pump mesin 350 hp H22nya pada saat heat 1 yang membuat Bagoes Risky tidak bisa ikut bertarung denga pasukan all motor lainnya.
Chili BKRT Wisesa EG6 bertenaga 380 hp berhasil mengantarkan duo kakak beraadik Hendra dan Nor Wibisono ke podium ke-2 kelas bracket 13 detik dengan waktu 12.529 (Nor), dan di podium ke-3 dengan best timenya 12.567 (Hendra). Di di kelas sedan max 4 cyl.2500 Nor Wibisono di podium ke-2 dengan best timenya 12.440 detik. Sementara sang kakak berada dipodium ke-2 di kelas Free For All dengan best time nya 13.178 detik
Dan akhirnya The Fastest All Motor dan Fastest of The Day pada event kali itu direbut oleh Tatank dari SAR Speed Hj. Fatimah Solo dengan Thokolan dengan best timenya 12.359 detik yang dicetaknya di kelas sedan max 4 cyl.2500cc. Hasil ini sekaligus mengantarkan Tatank ke podium 1 di kelas ini. Sementara M. Wasrik rekan satu team Tatank berada di posisi ke-3 dengan best timenya 12.472 detik. Walaupun kalah dari Tatank di kelas sedan max 4 cyl.2500cc . M. Wasrik berhasil merebut podium 1 kelas bracket 12 detik dari tangan duo kakak beradik Wibisono Brother BKRT Wisesa, dengan best timenya 12.503
Terima kasih untuk Hendra dan Nor Wibisono BKRT Wisesa Solo atas undangannya ke VSC Drag Race Series 2017
Bayu Sulistyo
IG : @bayusulistyoo
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com
*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com









