Beberapa waktu selepas acara Motul Gokart Race 2017 saya mendapatkan kesempatan untuk ngedate dengan sebuah civic yang terhitung sangat rare sekali di Indonesia, bahkan sang owner Bagoes Riezky bilang bahwa Honda Civic EJ1 Coupe ini hanya berjumlah 1 biji saja di Indonesia.
Dan katanya lagi Civic generasi ke-5 ini baru saja keluar dari bengkel untuk program restorasinya. Perfourm pun mendapatkan kesempatan yang pertama untuk memphoto mobil yang Anda kenal dalam film Fast and Furious.
Did I said as seen on Fast and Furious car? Yes guys, jika Anda pernah melihat mobil yang digunakan pada saat genknya Torreto family merampok sebuah truck trailer yang berisi Audio di saat adegan pembukaan seri 1 Fast and Furious, maka Anda sedang melihat langsung mobil yang sama dengan film tersebut.
Sekilas kalo Anda melihat Civic generasi ke-5 ini, ada yang unik atau berbeda dengan Honda Civic Genio yang biasanya berseliweran di jalanan Indonesia, yaitu pada pilar B dan C nya yang menggambarkan kalo Civic ini adalah Civic Coupe alias 2 door coupe. EJ1 ini merupakan EJ1 USDM (United States Domestic Market) yang dibuat oleh HOA atau Honda Of America di Amerika untuk pasaran Jepang. Itulah kenapa Coupe ini Right Hand Drive bukan Left Hand Drive dan tanpa sunroof. Maafkan atas blurnya bagian sebelah kanan karena lensa saya rusak (Canon Lenskit 18-55mm)
Secara dimensi Civic EJ1 Coupe lebih pendek 1 mm dari pada versi 4 door sedannya 172.8 in (439 cm,coupe. Dan 173.0 in 439 cm, sedan). Pada bagian ujung trunk atau bagasinya terlihat sudah berbentuk ducktail, dari pada trunk 4 door sedannya.
Pada bagian eksteriornya dragster dari team ATOZ BMS Supernova ini melebur warna bodynya dengan super white championship yang dipadukan dengan kaki-kinya berupa Work Meister CR01 16’inch yang dibalut dengan Toyo DRB 205/45/16. Suspensionya sendiri menggunakan Buddy Club street spec
Bagoes sendiri baru 1 tahun memiliki Civic EJ1 coupe USDM berwarna super white ini
“Semenjak pertama kali nonton film Fast and Furious yang pertama, saya mulai seneng dengan civic hitam belampu neon hijau itu. Alhamdulillah akhirnya sekitar 16 tahun kemudian saya kesampaian bisa punya mobilnya. Estilo atau SR3 (civic hatchback) saya sudah punya, EJ1 coupe ini melengkapi koleksi sedan civic 2 pintu saya” terang Bagoes Risky.
Untuk soal driving experience atau sensasi berkendaranya, pengusaha bar atau lounge ini lebih suka menggunakan Civic EJ1 coupe nya ketimbang Honda Civic hatchbacknya (estilo), karena jauh lebih nyaman daripada estilonya
“Coupe jauh lebih nyaman daripada estilo, nyamannya serasa naik yang versi sedannya. Jadi untuk daily driven saya lebih cocok coupe daripada yang hatchback” kesan Bagoes mengenai driving experience nya dengan EJ1 Coupe.
Untuk bagian Interiornya, sebuah Nardi steering wheel menggantikan OEM steering wheelnya
Untuk bosskitnya sendiri adalah bosskit custom yang dipesannya melalui internet.
Yang uniknya dalam hal memodifikasi coupe nya ini dragster yang menggunakan EG6 bermesin H22 ini menggunakan barang-barangnya yang menganggur di bengkel, alias stock barangnya. Seperti oem seat nya diganti dengan OEM Honda Integra DC2 SIR
Dashboardnya juga menggunakan dashboard DC2 berikut cluster meternya
Untuk urusan dapur pacunya, mesin bawaan pabriknya yang berkode D16A VTEC ini terhitung letoy (118 hp) bagi seorang dragster yang biasa menggunakan EG6 H22 bertenaga 350 hp. Oleh karena itu mesin B20 nya yang sedang nganggur di bengkel dijejali ke dalam engine bay EJ1 Coupenya.
“ Aslinya mesin B20 ini tidak utuh alias terpisah-pisah, saya pun menyatukannya dari hasil comot-comot part mesin B20 saya yang sudah tidak terpakai atau nganggur di bengkel.Seperti camshaft standar,block mesin dari estilo drag (hulky), dan lain-lain. Akhirnya setelah comot sana sini, jadilah mesin B20 utuh “ jelas Bagoes mengenai cerita unik dibalik mesin B20 nya.
Dan proses pengerjaannya modif simplenya pun terhitung cepat, namum coupe putih ini baru keluar dari gudangnya atau baru menampakkan dirinya pertama kali pada bulan akhir bulan Mei yang lalu. Dan menurut saya modif yang ditampilkan oleh Bagoes sendiri terhitung simple namun kena pada sasarannya, yaitu USDM style.
Warna championship white nya sendiri cocok dan menyatu dengan icon kota tua Semarang, yaitu Gereja Blenduk
Tak lengkap jika rasanya saya sudah berada di Semarang, apalagi kawasan kota tua tanpa melewatkan berwisata kuliner sate kambing yang sangat terkenal di kota lumpia ini, yaitu sate kambing 29
This is it. Sate kambing 29 yang terkenal itu. Selain menikmati sate kambing, Anda juga bisa menikmati gule kambing yang porsinya juga terhitung cukup banyak . Sementara untuk hidangan dessert atau pencuci mulutnya, Anda bisa memesan buah mangga di depan pintu masuk warung ini. Penjualnya dengan senang hati akan mengupas dan memotongkan buah mangganya untuk Anda.
Saya sendiri merupakan pecinta wisata kuliner, setiap kali berkunjung ke suatu kota, pasti tidak melewatkan kesempatan untuk incip-incip kuliner lokal nya. Untuk urusan sate kambing, saya termasuk pecinta makanan yang satu ini. Namun saya tidak pernah menemukan sate kambing yang dipesan Bagoes dengan tingkat kematangan medium rare. Alasanya Bagoes bahwa sate kambing terasa nikmat jika dibakar setengah matang, selain kulitnya empuk, maka ada rasa manis dan juice atau saripati keluar dan membuat sate kambingnya enak. Saya sudah mencoba sate kambing tegal, sate klotok Jogyakarta, dan akhirnya berkesempatan mencoba sate 29 ini. Dan yang mebuat saya jatuh cinta pada sate kambing ini adalah sate gajih atau lemaknya yang empuk, lembut dan haw che sing cing ping..alias ueennak soro.
Jujur saja saya suka apa yang dilakukan oleh Bagoes, yaitu memodif mobilnya dengan tuning with attitude alias sesuai dengan trahnya yaitu USDM. Terutama soal ketinggiannya, yang tidak terlihat ala anak stance yang sangat rendah, namun pas dimata karena rimsnya juga tidak besar-besar amat (16’inch). Kasarannya jika mobil ini mau diajak ngebut, ayo-ayo aja (street racing). Bagoes sendiri sedang mencari top cut EJ1 USDM yang ada sunroof nya supaya lebih terlihat ala Fast Furious.
Jika Anda ingin melihat seperti apa rupa civic generasi ke-5 yang coupe dan yang hatchback, kebetulan ada Abie yang pada hari itu membawa Estilonya ke ATOZ Bar. Dari segi panjang, jelas versi coupneya lebih panjang 80 cm dibandingkan hatchback (4,069 mm hatchback dan 4,389 mm coupé). Sementara tingginya coupe juga lebih tinggi sekitar 55mm daripada versi hatchback. Itulah alasan teknisnya Bagoes lebih nyaman menggunakan EJ1 coupe nya sebagai mobil hariannya.
Well guys, ini dia JDM boys atau para dragster dari kota Semarang yaitu team ATOZ BMS Supernova (kiri ke kanan) Adityasanny, Bagoes Riezki, dan Abie
Terima kasih atas hospitality nya selama saya berada di kota Semarang guys. See you at the finish line..drag race
Kita lihat saja apakah someday EJ1 coupe iniakan berubah menjadi warna hitam, bersunroof, Vader-Style Bodykits dengan ViS Racing Bomber GT body kits dengan Racing Hart rims berbalut Mazhimoto ZX tires, mesinnya dikasi T66 Turbo bersama Nitrous kit. Dan tentu saja lampu neon berwarna hijau pada bagian under carriage nya. Jangan lupa kan juga Motec exhaust….. pop the hood ya!
Bayu Sulistyo
IG : @bayusulistyoo
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com
*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com









