ISSOM seri ke-2 2017 kembali di gelar lagi pada tanggal 28 – 30 April 2017 yang lalu. Rave party nya para speed enthusiast ini kembali mempertandingkan 10 kelas, mulai dari one make race MB Club INA Race Championship hingga Old Skool Racing Champ.
Dari 5 Porsche yang bertarung di ETCC atau European Touring Championship kelas Euor 300 Pro, Rudy SL dari team Jakarta Ban Motorspot yang tersisa sebagai penunggang kuda perang asal Stuttgart , Jerman.
Tak ada yang lebih nikmat bila melihat mobil retro atau idaman kita yang termasuk box car racer, seperti Toyota Corolla AE86 Levin Apip kembali lagi ke medan perang ISSOM
Lengkap dengan mesin 4AGE 16 valve dan karburator 4 barrel yang bisa menghasilkan suara jeritan khas mesin Toyota pada high rev nya.
Atau mungkin box car racer dengan taste ala pizza Italia, yaitu Alfa Romeo GTV dengan tampang yang sangat classic khas mobil eropa era 70’an
Untuk Anda penggemar Deutsche Tourenwagen Meisterschaft atau DTM Jerman, ISSOM juga bisa membawa Anda back to the future ke golden era atau jaman keemasannya DTM di tahun 90’an dimana BMW E30 M3 menguasai hampir seluruh seri DTM
Namun jangan lupakan juga rival utamanya BMW M3 ditahun 90’an, yaitu Mercedes- Benz W201 190E
Jika tadi versi hardcorenya, maka yang satu ini versi gadun nya yaitu Mercedes-Benz W201 190 E Evo 1
Mungkin kalo kita ke Jepang, maka W 201 Evo 1 nya berubah bentuk menjadi Honda Civic EK9 Type R, yaitu varian Honda Civic yang dilengkapi dengan performance package dari pabriknya.
Sentul pun terlihat agak berbenah dan ingin menyesuaikan dengan standart international yang berlaku di sirkuit tetangganya. Seperti penggunaan Marshal Suit yang berwarna orange yang mengikuti para marshal di Chang International Circuit di kota Buriram, Thailand
Dan sepertinya ada salah satu pembalap yang sedang mengikuti race dengan baju cost play..Capten America
Race 1 pun dibuka dengan balapan MB Club INA Race Championship yang di ikuti oleh 23 pembalap yang bertarung selama 10 lap atau 39,65 km
Dari 23 pembalap yang bertarung hanya 15 pembalap yang berhasil menyentuh garis finish, sementara 8 pembalap lainya D.N.F atau Did Not Finish. Salah satunya adalah Popong S. Bagyo dengan Mercedes Benz W201
Dari dataran Eropa kita beralih ke dataran Jepang dimana sebanyak 13 pembalap yang mengikuti Japan Super Touring Car Championship. Mobil pesertanya pun sebagian besar di dominasi oleh pabrikan Honda.
Namun Finsa Noorchayo tampil anti mainstream dengan tunggangannya yang berupa Suzuki Swift. Namun sayangnya Swift berkelir kuning ini hany mampu finish ke-8 umum dan ke-4 di kelas 1600/1A dengan best timenya 2:00.385
Sementara insiden menimpa Alfin Mulia Rahman (SB3) dan Hendra Wijanarko (EG6) yang menyebabkan kaca depan atau wind shield nya pecah akibat serpihan mesin Evo III milik Rezka Yudha Putra yang jebol di tengah race. Alfin hanya bertahan sekitar 6 lap saja race tanpa wind shield, sebelum akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke dalam pit dan mengakhiri racenya dengan status D.N.F atau Did Not Finish. Sementara Hendra finish dengan sensasi ala balap open wheels di posisi ke-5 (umum), dan ke-2 kelas 1600/1A dengan best timenya 1:52.065
Fuck with the windshield..im on podium 2 !!
Dan akhirnya penguasa JSTC yaitu M. Herdy dari AP Speed yang di sponsori oleh Motul 300V berhasil finish pertama di JSTC overall dan 1 1600-2000/1B dengan best timenya1:46.902
Ditahun 2017 ini Uki Ifwa tampil dengan semua serba baru, mulai dari naik kelas dari Honda Brio ke Honda Jazz Speed Challenge. Stilo Helmet nya yang berilivery khas Uki, yaitu warna kuning pastel stabilo.
Dan juga sang team manager barunya yang dijabat oleh pembalap senior, Sunny TS, yang pada tahun ini seperti gantung stir dulu dari Honda Jazz dan Porschenya. Dan pada tahun ini fokus membantu Uki dan juga berbisnis coilover importnya.
Namun sayangnya, Uki harus puas finish di posisi ke-9 umum, dan ke-5 di kelas rising star dengan best timenya 1:57.990
Sementara Muhamad Lutfi HP (14) terlibat dog fight dengan Avan Abdullah (86) di Honda Jazz Speed Challenge. Namun akhirnya Avan pun berhasil finish di urutan ke-13 meninggalkan Lutfi yang finish di posisi ke-15 dengan best timenya 1:58.844
H. Machfud dari Jakarta Racing terpaksa harus mengakhiri race nya di Honda Jazz Speed Challenge di lap ke-6 dengan status D. N. F atau Did Not Finish. Sebelum akhirnya masuk ke pit, pembalap asal pulau Madura ini mencetak best time 2:00.079
Pendatang baru atau new kids on the block, yaitu Iwan Sidharta berhasil naik ke atas podium ke-5 di kelas Honda Brio Speed Challenge dengan best timenya 2:04.325. di Indonesia Touring Car Championship, arek Suroboyo ini naik ke atas podium ke-2 di kelas ITCC 1200 dengan best timenya 2:04.769. Ini adalah ke-2 kalinya Iwan naik keatas podium ITCC setelah podium pertamanya di ITCC di debut awal balap touringnya di seri 1 kemaren.
Di ETCC Euro 2000 Aditya K. Arifin dari team E30 Register Motorsport yang bertarung di kelas Novice ini finish ke-12 (overall), dan ke-3 kelas Novice dengan best timenya 2:02.737
Waktunya untuk naik kelas dari European Touring Car Championship Euro 2000, kita ke Euro 3000 dimana di kelas ini di ikuti sebanyak 21 pembalap yang terbagi dalam 4 kelas, yaitu novice, promotion, master, dan pro.
Anda mungkin tidak pernah melihat secara langsung sebuah BMW M3 bertarung secara langsung di lintasan DTM, tapi disini, Anda bisa melihat mesin inline 6 atau V8 nya meraung-raung di Sentul International Circuit.
Dimas Adrie Yahya dari Speedy Motorsports terpaksa harus mengakhir race nya di lap ke-9. Sebelum race nya berakhir, Adrie pun berhasil mencetak best timenya 1:56.505
Pendatang baru atau New Kid On The Block. Yaitu Werner Katli dari team Speedy Motorsports tampil dengan mobil yang extra non ordinary race car, yaitu sebuah BMW seri 5 E34 yang notabene ukurannya extra large daripada BMW seri 3 seperti E36 aatau E46 dan E90. Namun sayangnya Werner harus puas finish di urutan ke-18 (overall) dan ke-6 di kelas novice dengan best timenya 2:06.623
The one and only Porsche driver yang tersisa di ISSOM, yaitu Rudy SL dari Jakarta Ban Motorsport tak mampu membendung serangan dari para bimmer di Euro 3000 Pro. Rudy pun harus puas finish di posisi ke-3 (overall), dan ke-3 di kelas Euro 3000 Pro dengan best timenya 1:46.310
Dan akhirnya Benny Santoso dari Sigma Speed bisa kembali lagi menguasai podium 1 Euro 300 Pro. Benny yang menggunakan BME E46 bermesin M3 ini berhasil mengungguli Posma Panggabean di posisi ke-2. Benny pun berhasil mencetak best timenya 1:45.188
Dan Benny pun berhasil mendapatkan 2 umbrella girl Achilles Radial di podium 1 nya Euro 300 Pro.
Tibalah kita di race yang paling panas se Indonesia, yang dimana di dalam kelas ini terdapat 2 pabrikan mobil asal Jepang yang merupakan clash of titans, yaitu Honda Racing Indonesia dengan Honda GK5 nya dan Toyota Team Indonesia dengan Yaris nya. Walaupun aura persainganya sangat sengit, tak ada salahnya untuk santai seperti dipantai ala Sendy Setiawan yang menyapa top 5 driver yang sedang mengikuti Super Pole Indonesia Touring Car Championship
Kenapa pertarungan di ITCC antar 2 pabrikan ini menjadi pertarungan paling panas dan paling keras tahun ini? Karena ke-2 pabrikan tersebut meminta back up langsung ke HQ atau Head Quarter mereka di Jepang. Seperti Toyota Team indonesia yang mengimport langsung mekanik Toyota Racing Development Japan ke Indonesia untuk mengback up Yaris mereka melawan Honda Jazz GK5. Dan memang startegi ini berhasil, dimana TTI pada seri 1 kemaren berhasil merebut podium 1 dari tangan Honda Racing Team.
Namun Honda Prospect Motor Indonesia tidak ambil diam melihat party nya di obrak abrik oleh pabrikan lainnya yang secara bisnis merupakan pesaing utamanya di Indonesia, bahkan dunia. Oleh karena itu Honda Prospect Motor pun meminta bantuan ke Honda pusat di Jepang untuk mengatasi masalh ini. Dan akhirnya pihak Jepang pun meresponnya dengan mengirim Hide Konuma dari M-Tec atau Mugen Power japan untuk melihat secara langsung keadaan tim Honda Racing Indonesia. Maklum saja Honda Prospect Motor bisa dibilang sebagai sponsor besar di ISSOM, mulai dari safety car, dan fast doctor memakai mobil Honda CR-Z dan Honda Civic Turbo. Jangan lupakan juga one make series Honda Jazz dan Honda Brio.
Alvin Bahar dari Honda Racing Indonesia yang start dari posisi ke-2 berhasil merebut P1 dari Haridarma Manopo Toyota Team Indonesia pada lap awal jalannya Indonesia Touring Car Championship. Pertarungan seru atau dog fight pun terjadi antara ke-2 pembalap pabrikan ini
Namun sayangnya di lap pertengahan dari 12 lap yang di jadwalkan, Haridarma Manopo berhasil mengambil kembali P1 nya dari tangan Alvin Bahar. Yang membawa Haridarma dan Toyota Yaris dari Toyota Team indonesia finish di urutan 1 dan sekali lagi naik ke atas podium 1 di Indonesia Touring Car Championship untuk yang ke-2 kalinya.
Well, sepertinya Konuma San sudah tahu apa yang sedang terjadi di lapangan dengan Honda Racing Indonesia, dan tahu apa yang harus di lakukannya dengan nama besar Mugen Power atau Honda Racing. Dia pun melihat secara langsung team nya kalah di hadapannya. ” Saya di kirim oleh Mugen Power pusat (Jepang) atas permintaan dari Honda Prospect Motor (Honda Indonesia) untuk melihat perkembangan motorsport di Indonesia, terutama menyangkut Honda Racing Indonesia. Kami melihat pesaing kami performancenya sudah mulai mengungguli kami, jadi kedepannya Mugen Power atau Honda Japan akan membantu Honda Racing Indonesia untuk kembali ke puncak podium di Indonesia” komentar Hide Konuma, Chief 2nd Division, Product Section, Product Bussines Dept. M-TEC Co. Ltd (Mugen Power Japan)
Di Super Touring Car Championship 2 (1600 – Retro) dan Super Car Championship. Dog fight seru terjadi antara 3 pembalap yang memperebutkan posisi ke-3, 4 dan 5. Yaitu Umar Abdullah dengan Honda Civic EF nya, Ahmad Fadillah dengan Mercedes Benz W201 190E nya, dan Alfin Mulia Rahman dengan Honda Civic Wonder SB3 nya. Dog fight ini pun berlangsung selama beberapa lap dari awal hingga pertengahan race, dengan posisi yang berganti-ganti
Namun akhirnya karena mungkin kalah jam terbang dan menerima tekanan dari 2 pembalap yang terhitung “anak lama sentul”, Umar pun akhirnya terhempas ke dalam area gravel tepat ujung lintasan sebelum masuk ke tikungan S besar Sentul pada lap yang ke-6
Umar pun D.N.F di lap ke-6. Sementara Ahmad Fadillah berhasil finish di urutan ke-3 (overall), dan ke-1 di STC Retro dengan best timenya 1:52.304. Dan Alfin Mulia Rahman di posisi ke-5 overall , dan ke-3 STC 1600 dengan best timenya 1:52.431
Di Super Car Championship Alvito Dwi Sasongko yang start di grid ke-2 harus puas finish di posisi ke-11 (overall), dan pertama di SCC B2 dengan best timenya 1:47.281. Dimana Alvito juga berhasil mencetak fastet lap di SCC rd.2 dengan waktunya tersebut.
Masuk ke race STC 1 (2100 -3600) dima di Super Touring Car Champinship ini menjadi kelas neraka atau Free For All nya mobil natural aspirated atau all motor di ISSOM. Mulai dari mobil Honda,Peugeot, Mercedes-Benz, hingga BMW bertarung dalam 1 race yang di ikuti sebanyak 22 pembalap ini.
Benny BL dari BL Racing dengan Honda Civic Genionya hanya mampu finish di urutan ke-16 (overall), dan ke-4 STC 2100 dengan best timenya 2:01.982
Sementara pembalap yang menggunakan Honda Civic Genio lainnya, yaitu M. Ichsan berhasil merebut podium ke-3 di STC 1 (2100 – 3600) overall, dan podium ke-2 di kelas STC 2100 dengan best timenya 1:48.856
Sementara penguasa baru STC 1 (2100 -3600) yaitu Posma Panggabean dengan BMW E90 BTCC nya berhasil menggeser M. Herdy dari singgasana STC 1, dengan naik ke atas podium 1 STC 1 (Overall), dan podium 1 STC 3600, dan juga podium 1 BMW STC 3600 dengan best timenya 1:46.380
10 lap dari Indonesia Retro Race pun di ikuti oleh sebanyak 22 pembalap dengan mobil yang rata-rata box car racer seperti Toyota Corolla DX hingga Alfa Romeo GTV yang di piloti oleh sang the fastest man in Indonesia, Robert Paul dari team Garden Speed. Paul pun yang start dari gird tengah pun berhasil merebut podium 1 di Indonesia Retro Race dengan best timenya 1:50.853
Gandi dari Ecurie Cinere dengan Mercedes Benz W201 190E nya hanya mampu finish di urutan ke-15 (overall) dan ke-5 pada kelas 2000 max dengan best timenya 2:09.787
Nasib kurang beruntung pun menimpa Danny Oetomo. Starlet KP60 nya pun terpaksa out di lap 1 dari 10 lap yang dipertandingkan. Danny pun harus D.N.F di race pada kali ini.
See you on round 3 ISSOM 2017 guys. Have a nice dreams Gerry Nasution…Mungkin dia lelah
Happy Bday to my so special one’s
And have a nice prepareration for round 3 guys……
Bayu Sulistyo
IG : @bayusulistyoo
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com
*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com









