AP Speed kembali lagi ke medan perang balap touring Indonesia atau Indonesia Sentul Series Of Motorsport (ISSOM) seri ke-3 yang diadakan pada tanggal 21 hingga 23 Juli 2017 yang lalu. Dengan menurunkan sebanyak 8 mobil dengan 6 pembalapnya, team yang di komandani oleh Daddy atau Bang Apre ini berhasil menyabet 10 piala
8 mobil yang terdiri dari 3 Honda Jazz GK5, 1 Honda Brio, 1 Honda Civic Wonder SB3, dan akhirnya 3 Honda Civic EG6 atau Estilo seperti biasa memenuhi area pit AP Speed yang tampak overload
Persiapan di pagi hari sebelum datangnya race pun mulai dilakukan oleh crew AP Speed seperti melakukan spooring manual yang hanya bermodalkan benang dan penggaris saja. Hal ini banyak dilakukan oleh para tuner agar tetap menjaga keselarasan dan keseimbangan ke-4 roda mobil, sehingga nantinya diharapkan di dalam track nanti sistem kemudi mobil tersebut tidak merepotkan sang pembalap. Seperti mobil lari sana sini, atau lari kanan atau kiri saja.
Termasuk juga menambah dan mengganti oli lama dengan oli yang masih fresh from the box, yaitu Motul 300V 5W40 yang terbukti performanya dalam mencetak best time pada EG6 milik M. Herdy.
Setelah absen selama 2 seri sebelumnya, Fany Arsyad pembalap arek Suroboyo yang pada tahun lalu berhasil mendapatkan gelar Rookie Of The Year Honda Jazz Speed Challenge 2016 ini akhirnya kembali lagi ke medan perang Honda Jazz Speed Challenge.
Race 1 bagi team AP Speed pun akan segera dimulai, yaitu race JSTC atau japan Super Touring Car. Seluruh pembalap dan crew AP Speed pun memulai ritual wajibnya yaitu berdoa bersama yang dipimpin oleh Bang Apre atau Daddy selaku Chief Mechanic AP Speed.
Di kelas JSTC sendiri AP Speed merupakan team yang paling banyak menurunkan pembalapnya, terhitung ada 4 pembalap atau mobil yang bertarung di JSTC. Yaitu 3 Honda Civic EG6 atau Estilo, dan 1 Honda Civic Wonder SB3
Termasuk duo kakak beradik Rio Rian Racing yang masing-masing mempiloti Honda Civic EG6 atau Estilo bermesin B18 Turbo (Rio), dan B16 N/A (Rian)
Satu hal yang saya suka dari JSTC adalah ritual sebelum race yang dilakukan di area pit 0. Dimana sebelum masuk ke dalam sirkuit, setiap pembalap saling menyapa, dan memeluk satu sama lainnya
Tanpa memandang orang ini rival nya di dalam sirkuit atau bahkan di kelasnya. Yang ada mereka saling berpelukan , bersalaman, dan meyapa satu sama lainnya. Inilah yang harus dilakukan semua pembalap sebelum masuk ke dalam sirkuit dan menjadi gladiator.
Menjaga sportifitan dan persahabatan diatas kompetisi. Walaupun kita tahu goal kita di balapan adalah menjadi yang tercepat diantara lainnya. Asal Anda tahu saja diluar race suit mereka atau sirkuit mereka semua sudah berteman sejak lama jauh sebelum JSTC diadakan. Maklum saja mereka adalah pemain di dalam dunia persilatan JDM. Jadi tak heran jika JSTC menjadi acara kopi darat sekaligus olahraga mereka.
Waktunya untuk masuk memasang helm dan bersiap-siap karena race JSTC akan segera di mulai.
Entah kenapa saya selalu horny melihat Stilo carbon yang di lengkapi dengan gold chrome visornya ini.
Seperti biasa Pak Apre atau Daddy mulai berpatroli dari satu mobil ke mobil balapnya yang lain untuk memberikan semangat kepada pembalap, sekaligus mengecek mobil hasil racikan dirinya dan crew AP Speed.
Sementara M. Herdy yang pada race kali ini memperoleh P1 atau pole position tampak tampil santai dan percaya diri di dalam 310 hp EG6 nya yang di sponsori oleh Motul
Bisa dibilang JSTC kali ini merupakan balapan one make race Honda. Anda bisa melihat sendiri Honda Civic banyak yang bereliweran disini, seperti urutan di wikipedia yaitu civic generasi ke-4 (EF), ke gerasi ke-5 (EG), hingga ke generasi ke-6 (EK)
Rio sendiri pada race kali ini menempati grid ke-7 dengan catatan waktunya pada saat QTT yaitu 1:52.395
Start di JSTC pun dimulai tampak disini M. Herdy dengan EG6 nya yang berada di grid 1 start dengan cara drag race hingga membuat ban semi slicknya mengeluarkan banyak asap. Inilah salah satu cirri khas para pembalap yang notabene dragster ketika melakukan start di balap touring. Karena mereka tidak bisa menghilangkan kebiasaan tersebut, dan cara ini terbukti efektif untuk membuat start mereka langsung meyodok ke depan.
Rio pun mulai berusaha melepaskan diri dari rombongan Honda n/a atau all motor yang mengepung dia dan Estilo B18 turbonya.
Namun sayang posisinya pun melorot menjadi ke-8, dimana dia berhasil di overtake oleh Umar Abdullah dan Mahendro Radityo. Kini dia harus mempertahankan posisi nya dari serangan Reza dengan Honda Civic Ferionya.
Hasilnya? Arek Suroboyo ini berhasilkan mempertahankan posisi ke-8 nya dari serangan Reza dan finish di posisi ke-8 (overall), dan posisi pertama di kelas JSTC 2B (2000 turbo) dengan best timenya 1:53.371
Sementara sang adik, Rian Risky yang start dari grid ke-3, tampak mengejar Honda Civic Type R FD2R yang dipiloti oleh Ricky untuk memperebutkan posisi ke-2. Namun dalam pengejarannya Rian pun terlihat santai atau tidak ngoyo, maklum dia arek Suroboyo ini sadar bahwa Ricky bukan rival di dalam kelas nya (beda kelas), dimana Ricky 2.000 cc sementara Rian 1.600 cc. Namun setidaknya dia mampu menempel mesin 2.0 Lt
Rian pun memang sering terlibat dog fight dengan pembalap atau mobil yang bercc diatasnya atau 2.000 cc, bukan yang sekelas dengannya 1.600 . Karena best time waktunya sendiri bermain di area mobil 2.000 cc (1.59 kecil), bukan di mobil 1.600 cc (1.50 keatas)
Dan oleh karena 1:59 itulah dia mendapat hadiah dari panitia HJSC (Honda Jazz Speed Challenge) berupa naik kelas ke Rising Star meskipun Rian belum pernah juara nasional atau pun 1 di kelas promotion). Di JSTC sendiri di race kalo ini Rian berhasil finish di posisi ke-3 (overall), dan pertama di kelas 1600 N/A (1A) dengan best timenya 1:49.301
Sementara M. Herdy sendiri yang tampak tenang dari start hingga finish, tetap berada di urutan pertama di JSTC overall dan JSTC 1B (2.000 N/A) dengan best timenya 1:47.238.
Pria asal kota Cianjur ini untuk yang ketiga kalinya berhasil finish yang pertama di JSTC.
Namun sayangnya ada 1 pembalap AP Speed yang pulang dengan tangan hampa, bahkan pulang dengan status D.N.F atau Did Not Finish akibat mobilnyakeluar dari track. Alfin pun harus bersabar melihat Honda Civic Wondernya digeret dari gravel setelah dirinya terhempas keluar track di lap ke-3 akibat kerusakan pada suspensinya
Pada race kali ini dia harus merelakan podium nya di JSTC 1A 1.6000 n/a melayang dari genggamannya.
Dari JSTC kita langsung melompat atau estafet tanpa berhenti ke balap Honda Jazz Speed Challenge dan Honda Brio Speed Challenge, dimana Iwan Sidharta tampak sudah bersiap sedia di samping Honda Brio 1200 nya.
Dimana Fani pun juga sudah bersiap sedia di dalam GK5 nya yang berkelir hitam
Good luck bro…
You to mas bro…
jadwal start HJSC pun mundur beberapa saat dikarenakan adanya acara dari Honda selaku main sponsor yang memperkenalkan safety car terbarunya untuk Sentul.
Well karena ada hajatan dari Honda selaku main sponsor HJSC dan HBSC yang memperkenalkan safety car terbaru Sentul berupa Honda Civic hatchback turbo, jadilah para pembalap aing kepanasan semua dan memilih keluar dari mobilnya. Ada yang berdiri di samping mobilnya
Ataupun keluyuran di area grid
Dan menghampiri teman seperjuangan JDM nya, yaitu Putra Risky yang kebetulan seri ini pertama kali turun di balap HJSC. Saya pun lantas meminta mereka berdua menutup chrome viso mereka dan bergaya ala Daftpunk.
Kembali ke dalam mobil balap GK5, dimana Rio tampak bersiap sedia menghadapi race nya di HJSC promotion class dari grid ke-
Rio akhirnya mulai bertarung atau dogfight dengan H. Machfud dimana mereka berdua memperebutkan posisi ke- 17 (overall) atau ke-7 di promotion class HJSC
Rio pun berhasil memenangkan dogfight dengan pembalap asal pulau Madura tersebut dan merebut posisi ke-17 dari tangan H. Machfud
Rio pun akhirnya finish di urutan ke-17 (overall), dan ke-7 di promotion class HJSC dengan best timenya 1:58.882
Fany Arsyad yang absen selama 2 seri kemaren, tampaknya harus lebih banyak lagi latihan karena arek Suroboyo ini berada diurutan ke-21 (overall), dan ke-9 di promotion class dengan best timenya 2:00.676
Namun ada suatu pencapaian yang dia raih dari race kemaren, yaitu dia berhasil memecahkan rekor pribadinya sendiri, yaitu 2:00.676. Dimana pada tahun lalu, personal best timenya hanyalah 2:04. Itu berarti dia lebih cepat 4 detik dari rekor catatan waktunya sendiri yang diciptakan pada seri ke-6 2016 yang lalu.
Sementara Rian Risky terlibat dog fight atau pertarungan yang cukup sengit dengan pembalap promotion class lainnya, yang notabene merupakan satu angkatan Rian di promotion class sebelum akhirnya dipaksa untuk naik ke rising star karena mencetak waktu 1:49 dengan EG6 nya di JSTC ataupun STC 1600.
Termasuk juga dengan pendatang baru yang merupakan pembalap speedoffroad dan sport bike , Putra Risky, yang menempel Rian di belakangnya untuk memperebutkan posisi ke-11
Akhirnya selama 10 lap Rian mampu membendung serangan yang dilakukan Putra, dan finish di urutan ke-11 (overall). Namun finish ke-11 belum cukup membawanya ke podium 3 besar rising star, dimana dia hanya berada di urutan ke-5 rising star dengan best timenya 1:57.459. Dimana para rivalnya di kelas rising star sudah menyentuh waktu 1:56 kecil
Iwan Sidharta yang merupakan pembalap baru AP Speed yang berasal dari Surabaya ini lagi-lagi berhasil meraih 2 podium kemenangannya di seri ke-3 ISSOM 2017 ini. Pembalap yang memulai karir balap touring nya pada musim balap 2017 ini berhasil merebut podium ke-4 di Honda Brio Speed Challenge kelas Brio 1200 dengan best timenya 2:02.704.
Sementara di Indonesia Touring Car Championship ITCC 1200 , Dokter spesialis bedah ini pun berhasil mencetak best timenya 2:03.443, dan finish di urutan ke-19 (overall), dank e-3 di kelas ITCC 1200.
Iwan pun sekali lagi berhasil naik ke atas podium kemenangan ke-3 di kelasITCC 1200
Di STC 1 (2100 – 3600) dimana M. Herdy yang mengawali race dari grid ke-7 dikarenakan permasalahan pada gearbox sehingga tidak mampu mencetak waktu yang maksimal pada saat QTT kemaren , langsung tancap gas naik ke posisi ke-2 dan mengejar Posma Panggabean dengan BMW E90 M3 BTCC yang berada di P1. Pembalap asal Cianjur yang disponsori oleh Motul 300V nya ini hanya mampu mencetak best time 1:47.976
Namun sayangnya di lap ke-4 disaat dia sedang memburu Posma, EG6 nya mendadak keluar dari lintasan pada tikungan terakhir Sentul. Insiden ini terjadi akibat bracket kabel gas mobilnya putus, sehingga memaksa dia harus menepikan mobilnya di luar track.
Herdy pun terpaksa harus melupakan podium ke-2 overall STC 1 dan terutama podium 1 STC 2100 sekaligus pointnya. Usahanya start dari posisi ke-7 hingga posisi ke-2 harus terhenti di lap ke-4 akibat faktor teknis pada mobilnya.
Dari STC 1 (2100-3600), kita beralih ke STC 2 (1600-Retro) dan SCC yang dimana Rian Risky berhasil menduduki grid ke-2 overall dengan best timenya di QTT yaitu 1:49.435
Dari awal musim balap ini arek Suroboyo ini memang semakin menggila dalam mempiloti EG6 1600 cc nya. Sebanyak 3 kali pula dia berada di area grid 3 besar, bahkan di seri ke-2 kemaren dia berhasil menempati P1 atau pole position.
Dan di seri ke-3 ini dia menempati grid ke-2 untuk yang ke-2 kalinya
Dan dengan skill drag race yang didapatinya mulai tahun 2006 yang lalu, Rianpun mulai start ala drag race dengan EG6 nya sesaat setelah lampu merah mati hingga membuat ban depannya berdecit kencang dan mengeluarkan asap.
Hasilnya? Seperti yang Anda lihat sendiri, Rian mampu menyalip Ahmad Fadil ketika start hingga lap-lap awal. Dog fight ke-dua mobil yang beda generasi, beda kelas, dan beda sistem penggerak nya ini terjadi di lap-lap awal dimana Fadil dengan Mercedes Benz W201 190E menyerang Rian untuk mendapatkan kembali posisi 1 nya. Pertarungan ini pun akhirnya dimenangkan oleh Fadil
Rian yang melorot di posisi ke-2, lalu kemudian melorot lagi diposisi ke-3 setelah di overtake oleh Alvito dengan EG6 B20 Turbonya. Rian yang kali ini berada di posisi ke-3 semakin memacu kencang EG6 nya akhirnya finish di urutan ke-3 overall (STC 1 dan SCC) , ke-2 di STC 2 (1600 –Retro), dan pertama di kelas STC 1600 dengan best timenya 1:49.996
Rian Risky yang di HJSC tidak beruntung dengan Honda Jazz GK5 nya, berhasil memanen podium 1 dengan Honda Civic EG6nya. Di Japan Super Touring Championship Rian berhasil finish ke-3 JSTC (overall), dan merebut podium 1 kelas 1600 N/A (1A) dengan best timenya 1:49.301. Podium 1 kembali lagi di rebut arek Suroboyo ini pada STC 2 (1600-Retro ) & SCC, di mana dia berhasil finish ke-3 sekaligus merebut podium ke-2 STC 2 (overall), dan juga podium 1 STC 1600
Setelah di JSTC Alfin mengalami kerusakan pada suspensinya yang memaksanya harus keluar dari track di S besar, dan langsung diperbaiki oleh crew AP Speed. Alfin pun mulai melaju di STC 2 (1600 – Retro ) & SCC
Namun sayangnya D.N.F ini pun terulang kembali di Super Touring Car Championship 2 atau STC 2 (1600 – Retro) dan SCC, Alfin pun kembali harus mengakhiri race nya di lap ke-8. Best time Alfin sendiri adalah 1:52.534
Di Super Car Championship Rio Bramantio yang start dari posisi ke-5, terpaksa melorot 2 peringkat setelah dia di overtake oleh Dimas Dwi (STC Retro), dan Umar Abdullah (STC 1600). Masalah klasik mesin turbo pun terjadi pada Rio, tak kala mesin B18 Turbonya sudah mulai panas disitu boostnya pun mulai terasa semakin kecil, apalgi ketika keluar dari tikungan.
Namun Rio pun tak pulang dengan tangan hampa. Di Super Car Championship, lagi-lagi ayah dua orang anak asal Suroboyo ini berhasil naik lagi ke atas podium ke-3 SCC (overall), dan podium 1 di kelas SCC B1 dengan best timenya 1:55.658
Di STC 2 (1600-Retro ) Rian berhasil finish ke-3 sekaligus merebut podium ke-2 STC 2 (overall), dimana ada Fadil di podium 1 (STC Retro), dan Umar Abdullah di podium ke-3 (STC 1600)
Sementara di STC 1600 Rian berhasil mempertahankan posisi 1 nya sebanyak 2 kali dari seri ke-2 yang lalu. Umar Abdullah pun berada di podium ke-2, sementara di podium ke-3 ada Evin Dwi Sulistyono
Masuklah kita di podium kemenangan Super Car Championship, dimana Alvito Dwi Sasongko berhasil merebut podium 1, di ikuti Wing Baroto di podium ke-2, dan akhirnya Rio R. Bramantio di podium ke-3 SCC Overall.
Sementara di kelas SCC B1 Rio Bramantio berhasil menjadi yang tercepat yaitu podium 1, di ikuti oleh Denny Pribadi di podium ke-2, dan akhirnya Bernardus Yusep TE Victoria atau Jos Oren di podium ke-3
Dengan menurunkan sebanyak 8 mobil dengan 6 pembalapnya, team yang di komandani oleh Daddy atau Bang Apre ini berhasil membawa pulang sebanyak 10 piala dari berbagai kelas yang di ikutinya.
See you at BSD City Grandprix with AP Speed guys.. AP SPEED : THE VTEC JUST KICKED IN YA! Bayu Sulistyo IG : @bayusulistyoo *Like us on Perfourm Facebook Fanpage *Follow us on Instagram: @perfourm *Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com *Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com









