Kota Surabaya yang biasanya hingar bingar dengan mobil modifikasi untuk auto contest, slalom, drag race, dan drift. Kini sudah mulai memunculkan space atau warna baru dalam scene car culture nya, yaitu custom modification. Custom modification disini bisa dibilang custom yang terbilang tidak mainstream layaknya bling-bling sebuah auto contest car, tapi sifatnya lebih ke arah personal taste atau pun passion, dan lifestyle orang tersebut. Dan inilah liputan pertam kalinya saya setelah puasa, dan juga puasa karena kamera 550D saya sedang overhoul shuter countnya (75.000 shoot pada kamera yang baru berubur 1,5 tahun). Dan saya mendapatkan pinjaman berupa Canon 5D mk 3 dengan lens 35 mm
Acara road to customland ini diselenggarakan oleh sebuah genk yang bernama “Soledad & The Sister Co” yang merupakan team dibalik Sunday Market SBY, dan juga Surabaya Town Square.
Customland yang rencananya akan diadakan pada November 2013 sendiri diharapkan bisa menjadikan kota Surabaya sebagai barometer custom world dan menjadi wadah bagi para modifikator dan komunitas bertemu.
Jika di luar negeri sana ada Mooneyes, maka di kota Surabaya sendiri ada Customland yang menjadi pameran custom cars, motorcycle, dan bicycle pertama kalinya di kota Surabaya.
Acara road to Customland sendiri diadakan center stage Surabaya Town Square pada hari Minggu, 18 Agustus 2013 yang lalu. Dan di ikuti oleh sekitar 13 peserta yang membawa omprengan mereka mulai dari custom sepeda ontel hingga mobil.
Dari roda 4, brand mobil yang paling banyak mengikuti event ini adalah Volkswagen. Mulai dari VW combi.
Tapi bukan sembarang VW kodok, sang empunya juga menyediakan mainan lil tiny winy mini VW kodok untuk anak nya.
Dan yang membuat VW Beetle berwarna biru muda pastel ini atau kodenya L 90 D pastel white kelahiran 7 Desember 1970 ini lebih special adalah sertifikat atau akte kelahiran dari Stiftung AutoMuseum Volkswagen Jerman. Dan masih tercatat sebagai VW original, termasuk mesinnya
Mobil VW ke-3, yaitu sebuah kodok berwarna hijau pastel muda yang diberikan sentuhan cat nya mengelupas pada beberapa bagian body nya.
Jika biasanya anda melihat vw dibikin ratrod yang hardcore, maka ini adalah aliran yang lebih softcore nya. Pengerjaannya kelihatannya lebih gampang dari pada rat rod, mungkin sediakan waktu Anda bersama amplas paling halus dan se ember air, serta tukang pijet yang stand by disamping Anda.lol
Kalo itu tadi genk dari si Adolf Hitler punya mobil, kali ini kita beralih naik 10 tahun ke tahun 1980an dimana ada Toyota Corolla DX atau KE70 pernah mendapatkan masa kejayaannya.
Speaking of golden era dari KE70 ini, bagaimana jika KE70 ini full original? And jawabannya betul sekali. Mulai dari eksteriornya di bagian rolling stocknya (rims+dope).
Hingga bagian interiornya masih full original, Terlihat sepert baru keluar dari panggangan pabriknya pada tahun 1980 an.
Jika tadi kita melihat versi perawannya KE70 ketika pertama kali lahir kedunia, maka kali ini adalah versi ketika mobil ini sudah mulai di dandani untuk kegiatan Motorsport seperti Sprint rally.
Sprint Rally atau pun Rally merupakan motorsport yang paling populer di era 70-90an, dimana KE70 pernah menjamur diberbagai event sprint rally di tanah air.
Ibarat lagunya Anggun C Sasmi yang tua tua keladi, makin tua makin menjadi. Jantung 5K 1.5 Lt dari si Corolla yang berumur 33 tahun ini, di swap dengan mesin 4AGZE 1.6 lt yang aslinya supercharger dirubah menjadi 4 barrel weber.
Memang harga tidak bisa bohong, Canon 5D mk 3 yang dilengkapi dengan lensa 35mm ini membuat saya bisa bereksperimen dengan kecintaan saya sama yang namanya bokeh atau blur .
Dibelakangnya KE70 rally spec ada kakaknya dari Corolla DX, yaitu Corolla KE30 atau kalo di Indonesia dikenal dengan Corolla bungkuk atau peanut.
Mesin original nya 1300 cc sudah dipasangkan seperangkat Weber 4 barrel. Dan semoga saja bump sticknya menggunakan high lift camshaft, brap..brap..brap
Satu lagi KE20 yang dimodif ala Japanese Nostalgic Hero lengkap dengan lips, over vender, dan deep dish Enkei 8 spoke rims.
Meet the Portugal..perkumpulan orang tua ugal-ugalan. Dari kiri bawah: Om Gerry Peslalom nasional, Om Ronny, atas nya om Ronny saya tidak tahu, lalu yang memakai kaos putih ada Pak Lo dari BAST motorsport Surabaya. Maap ya Om Roony saya culun pake kamera bagus dan mahal, jadi ga tau arah focusnya.
Dari new age era ada Nissan Cefiro A31 milik Binar dari ZT racing yang biasa wara-wiri di scene drifting di kota Surabaya. Anda tentu sudah sering melihat A31 ini beraksi di event-event drifting yang dibuat oleh Perfourm, kali ini dia menjadi demo car.
Waktunya kita beralih ke custom bike. Ya meskipun Perfourm ini khusus roda 4 atau mobil tapi khusus untuk kali ini tak ada salahnya saya menampilkan custom bike yang menurut saya juara atau HELL YEA! Secara daily use bike saya Honda CB100 tahun 1976. Selain race car, saya juga fall in love dengan custom bike terutama yang jap style atau tracker.
Atau bahkan Suzuki A100 dimodel dengan tema ala café racer dengan livery rally car Martini Racing. Can lah.
Ini dia impian saya yang dari dulu belum terwujud selain mempunyai mobil Nissan Cefiro A31, yaitu HondaC70 atau Kuntul atau Ulung. Tapi tidak dicustom seperti ini, yang saya mau yang original untuk daily use bike saya. Jika tadi Suzuki 100 mengadopsi livery dari mobil rally Martini Racing, maka si Kuntul ini mengadopsi dari livery race car Gulf oil.
Bersukurlah kita hidup di Indonesia karena bahan dari custom bike model Jap style ini berhamburan dimana-mana dan masih ada. Motor laki sejenis CB, GL Pro, Tiger, dan lain-lain kerap dijadikan bahan para local builder untuk membangun dream custom bike mereka yang juga biasanya full made in Indonesia.
Mau tau harganya sebuah custom bike seperti ini ataupun yang lainnya, harganya bisa mencapai 50 juta rupiah.
Dan saya cukup nampang disamping Jap Style ini, berharap CB100 saya yang bernama Tomoko itu berubah menjadi seperti motor yang disamping saya. Aamiin.
Dan dari kubu new age bike, ada scooter Vespa generasi terbaru yang tampaknya sedang booming dimana-mana. Padahal harganya beda jauh atau 10 kali lipat dari harga vespa congo (28,250 juta rupiah)
Dan juga Sport bike. Memang terlihat janggal bagi Anda yang membayangkan sebuah event customland berisi mobil atau motor yang new age, buka sebuah mobil hotrod, lowrider, dan kawan-kawannya.
Well ketika saya tanyakan ke panitianya, memang panitianya mengakui kalo rada susah untuk mengumpulkan para local custom builder ini, disamping itu jumlahnya mobilnya juga terbatas, dan tidak diketahui. Oleh karena itu pihak panitia membuka keran untuk siapa saja yang mempunyai mobil, motor, dan sepeda custom apapun itu alirannya yang penting sudah di custom atau dimodifikasi bisa ikut serta acara ini. Sampai sepeda ontelpun juga bisa.
Dengan harapan supaya mampu menarik minat para local custom builder Indonesia, khususnya kota Surabaya untuk bisa show off di depan public. Seperti Lulut Wahyudi dari Retro Classic Cycles, Agus Sudariswanto dari Daritz Design, dan Fahmi Freeflow. Acara ini juga di isi dengan talkshow dari para nara sumber local custom builder seperti yang menjelaskan bahwa scene custom bike ataupun mobil di Indonesia tidak kalah dari luar negeri. Bahkan orang luar negeri saja sampai ingin mengimport custom part dari Indonesia yang terbilang unik dan eksotik ala Indonesia.
Selain talkshow ada juga bazaar sembakonya para biker.
Sayangnya dari acara ini, spg atau modelnya cuma satu. Thanks god.
Custom car, motorcycle, bike, bazaar, dan rebel style dengan rambut pihak pinggir klimis tak lengkap dengan music yang HELL YEA!. Malam itudi tutup dengan penampilan The Experience Brothers. Sebuah group band blues rock asal kota Bekasi, yang anggotanya hanya B2 54JA.
So guys support your local custom builder. Viva la Indonesia builder.
*Special thanks buat : Prima Yurie untuk Canon 5D mk3 nya..awesome camera dude !
-Bayu Sulistyo |nyonk|
*Like us on our Facebook Fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram : @perfourm







































