H. DADANG & THE TIGER PROLOGUE, PT.2 – END

Termasuk juga riding dengan beberapa koleksi motor harleynya, dimana yang Anda lihat ini adalah Harley milik H. Dadang langganan juara kontes motor atau Harley di Indonesia bahkan di dunia.

Terutama Harley custom kebanggannya yang bernama Unlimited Bikes garapannya bersama Dodi Chrome yang berada disampingnya ini. Bukan sembarang HD, namun Harley yang sudah pernah menjadi juara dunia sekaligus memborong beberapa kategori bergengsi  di International Harley Custom Bike Championship 2006. Seperti 1st place, the Best People Choice, The Best Engine, The Best Custom, The Best Paint, The Best of Radical, dan akhirnya The Lord of Radical

Malam sebelum saya pulang ke Surabaya, saya pun diajak oleh Pak Haji untuk berkunjung ke workshop custom  Mercy nya yang sudah berjalan selama kurang lebih 2 tahun ini

Dimana ada 2 project custom mercynya yang prosesnya sedang berlangsung, yaitu program memelarkan menjadi panjang sebuah Mercedes Benz G Class. Dimana mobil yang identic dengan mobil paspampres di era Presiden Soeharto ini dimelarkan atau di panjangkan hingga mencapai kurang lebih 10 meter dari panjang normalnya (4,6 meter) . Alias dibuat menjadi G Class Limousine.

“Niat awal nya saya bikin G class Limousine karena dulunya saya pernah punya Cadillac Escalade Limousine yang saya kira asli buatan Amerika. Ternyata buatan rumah keroseri di Thailand. Saya pikir kenapa kita orang Indonesia tidak bikin limousine saja dengan kualitas yang kita tingkatkan” terang H. Dadang

Dan yang uniknya lagi, Limo ini mengadopsi 6 roda dengan double gardan atau double axle untuk 4 roda yang dibelakang. Tapi tentu nantinya H. Dadang akan melengserkan si mud terrain tires itu dengan bling-bling rims ala dub style. Dan tentu saja pintu trademark dari Benz, yaitu Gull Wing door yang mengingatkannya pada SLS 63 AMG nya.

H. Dadang juga menunjukkan kepada saya bahwa 4 roda dibelakang atau 2 roda tambahan dibelakang itu bukan sebagai pemanis atau kaleng-kaleng. Tapi 2 roda dibelakang juga bisa berfungsi alias double gardan atau double axle.

Yang pasti G Class Limousine milik H. Dadang ini tampang dan interiornya kurang lebih sama dengan Mercedes Benz G63 AMG Limousine  mewah di Dubai yang full of car entertainment alias lounge berjalanan yang dilengkapi dengan sofa, mini bar, car entertainment, dan ambient light yang akan membuat Anda betah dan serasa menjadi sultan di dalam limo G Class ini.

Project yang ke-2 yang sedang berlangsung adalah modifikasi sebuah Mercedes Benz 220 S Coupe yang merupakan spesies Ponton yang cukup rare dan mahal di Indonesia.

Dimana Ponton coupe ini akan diberikan sepasang pintu gullwing layaknya pada saudara nya si Ponton yang lahir di tahun 50an akhir, yaitu Mercedes Benz 300 SL Gullwing.

Body mobil tahun 1958 ini pun di restorasi habis-habisan dengan mengejar tingkat kedetilan layaknya baru pertama kali keluar dari pabriknya di akhir tahun 50’an.

Bagian-bagian yang keropos ataupun sudah termakan usia di operasi plastic atau restorasi supaya keliahatan kenceng atau muda lagi. Terutama pada bagian pilar B nya yang menjadi ciri khas coupe nya di pertahankan keasliannya agar jatidiri sebuah Ponton Coupe ini tetap ada.

Well, dalam pengerjaan Ponton yang sudah memasuki tahun ke ini. H. Dadang pun turun langsung melakukan Quality Control di setiap bagian yang di kerjakan di bengkelnya yang terletak di kota Karawang ini. Terutama dalam hal detil tulang-tulang dan lekukkan -lekukkan pada bagian dalam  yang harus terlihat jelas dan detil layaknya mobil aslinya.

Wajar saja kalo setiap pengerjaan Ponton Gullwing ini H. Dadang  turun gunung  untuk mengecek setiap detil dari mobil ini, maklum saja si Kentang yang nantinya punya pintu bersayap ini merupakan pilot project atau demo car dari club Mercedes Benz Custom Indonesia yang akan di didirikan oleh H. Dadang sebagai wadah para pemilik mobil-mobil Mercedes yang sudah di custom. “ Makanya saya bikin 2 mobil ini (G Class Limousine dan Ponton Gullwing) ini sedetil dan serapi mungkin karena suatu hari nanti di saat club Mercedes Benz Custom Indonesia sudah berdiri, saya ingin mengadakan kontes kecil-kecilan dimana jurinya saya boyong dari luar negeri. Supaya kualitas  dan standar modifikasi kita sesuai dengan luar negeri. Dan tidak menutup kemungkinan nantinya mobil-mobil terbaik nya akan dikirim ke luar negeri untuk ikut berkompetisi disana” terang kolektor Mercedes Benz ini.

Bukan hanya 1 Kentang saja yang dimilik oleh pengusaha asal Kota Karawang ini tapi banyak, beberapa nya yang terlihat di bengkel ini seperti Mercedes Benz Ponton 1.7 180b Estate Wagon dan 220s four-door sedan

Comments

comments!