SENTUL DRAG FEST 2021 RD.1

It’s good to be back in quarter miles business.  Say dan Perfourm akhirnya kembali lagi melantai dunia persilatan drag race nasional, yaitu Sentul Drag Fest 2021 round 1 yang diadakan pada tanggal 6-7 Maret 2021 yang lalu. Moment comeback nya Perfourm ke dunia per drag race an Sentul ini  setelah sekitar hampir 5 tahun Perfourm  absen dari Sentul Drag Race ditahun 2016 yang lalu. Dan juga sekaligus menandakan ke Sentul kalo “Honey, I’m home” setelah LDR ataupun lockdown beserta PSBB pandemi Corona dari ISSOM 2019 rd.6 yang lalu.

2 Tahun terpisahkan jarak thousand miles antara Jakarta- Surabaya, saya pun akhirnya menginjakkan kaki di lintasan sepanjang 4,12 km yang saya anggap sudah seperti rumah sendiri, lebih tepatnya kantor saya. Dan saya cukup surprise dengan tampilan sirkuit berusia kurang lebih 30 tahun ini, karena dia bersolek untuk menyambut kang mas nya dari Suroboyo. Layaknya make up pada wanita, area pit lane pun sudah di blush on dengan warna abu-abu pada dindingnya dan pink pada garis pit lane nya.

Tak ketinggalan juga yang paling utama dari bersoleknya si Sentul ini adalah pada aspalnya. Ibaratnya kulit, mungkin si Sentul ganti kulit. Aspalnya pun tidak lagi Cuma di beberapa bagian saja, tapi full sepanjang 4,12 km ini masih fresh from the oven. Tak ketinggalan juga Pit wall fence plus pemberian warna disamping pit wall (batas track) membuat si Sentul tambah seksi bin cantik layaknya model luar negeri.

Saya atau Perfourm kembali lagi ke jalan yang lurus  Sentul Drag Fest  atas undangan dari salah satu pembalap drag race asal dari  kota Lampung, Sumatera Selatan, yaitu Rezky Audrey Setiadji atau Eki dari team Indonesian Performance Centre ft JFC Racing Team Lampung  yang menjalani debut perdananya di lintasan 402 meter bersama Estilo All Motor nya.

Well, lama ta jumpa dengan Om Tinton Soeprapto sang pembalap senior sekaligus Direktur Utama Sirkuit Sentul, yang selalu tampil super  stylish nan casual dengan brand buaya Perancis. Terlihat berkeliling Sentul dengan TOA ditangannya yang tak henti-hentinya mengingatkan para pembalap untuk selalu 3M, Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak.

6 Tahun berlalu semenjak saya terakhir kali liputan Sentul Drag Race di tahun 2016 yang lalu, ternyata dunia atau core drag racing di Jakarta atau Nasional ini banyak yang berubah sepeninggal saya. Alias jauh lebih maju dan bervariasi. Jika dulu di awal-awalnya Brio saya cuma menemukan sebuah LCGC 1200/1300 bertampang culun, maka ditahun ini saya menemukan Super LCGC yang power plantnya dicomot dari sang kakak, yaitu Jazz L15 1.500 Lt. Belum cukup juga sama power N/A nya? Maka seperangkat keong racun atau turbo pun semakin membuat si LCGC ini ngacir. Bahkan ada beberapa diantaranya sudah di stroker hingga 1.7 Lt yang membuat power nya setara dengan mesin B16 modified.

Termasuk juga penggunaaan dash logger yang semakin menjamur. Jika jaman old school dulu gauge sekelas Autometer monster sudah cukup, maka saat ini , khususnya mobil modifikasi, tampaknya kurang kalo ga pasang dash yang harganya mencapai belasan atau puluhan juta ini.

Dan yang pasti  jika jaman dulu, mobil Eropa sekelas Scirocco, MINI Cooper, atau pun BMW M Series Cuma sebagai parta penggembira atau lucu-lucuan. Pada jaman now? Jangan harap Anda masih menganggap mereka ini sebagai partai lucu-lucuan dengan DSG gearboxnya. Karena dengan suara ngorok dan mbreett..mbreett nya sewaktu shifting, Anda akan sadar kalo geng European Boys ini ancaman serius untuk Anda para Honda Boys dan juga geng Evo/Epo. Khususnya  di kelas bracket 13,12 detik, hingga sedan turbo 2500cc.

Tak berhenti disitu ancaman dari geng Eruropean boys di kelas bracket 13 dan 12 detik. Para Honda Boys, dan juga Epo atau Evo boys juga bersiap-siap sport jantung meladeni para pasukan diesel power ala Thailand yang secara besar-besaran mencoba  memboyong apa yang ada di Thailand sono di copy paste di mobil diesel mereka agar dapat ngacir seperti saudara mereka di negeri gajah putih. Sampai ban khusus drag pun mereka datangkan untuk menaklukkan Sentul.

Dimana para Euro Beat dan Thai Boys tadi akan mendapatkan perlawanan  yang cukup sengit dari sang penjaga atau Kuncen kelas bracket 13 hingga 12 detik. Yaitu para pasukan All Motor Honda dengan senjara mereka mulai dari Estilo bermesin D,B,H, hingga K Series.

Well  the pilot behind the wheel nya pun terlihat tegang, terlebih lagi Anda mempiloti sebuah full spec All Motor Car. Seperti M. Wasrik dari Semarang dengan Perfourm Lifestyle tshirt yang tentu saja menambah +20 HP (Handsome Power), yang pada hari itu bertugas mempiloti Wisanggeni Garage x SAR Speed H23 All Motor.

Comments

comments!