AP SPEED : RIAN RISKY STRIKES BACK WITH NEW RECORD & 5 TROPHIES

AP Speed x Rio Rian Racing Team strikes back di gelaran balap touring ISSOM 2021 putaran ke-2 dengan memboyong sebanyak 5 podium dan 1 new circuit record untuk mobil berkapasitas 1600 cc yang semuanya di rebut oleh Rian Risky yang membesut Honda Civic Estilo B16 dan Toyota Yaris pada event yang diadakan pada tanggal 12-13 Juni 2021 di Sentul International Circuit, Bogor.

AP Speed x Rio Rian Racing Team yang diperkuat oleh duo kakak beradik asal kota Surabaya, yaitu Rio R. Bramantio dan Rian Risky ini kembali melantai di sirkuit sepanjang 4,12 km dengan 3 mobil lama mereka (Estilo B16, Estilo B18 Turbo, dan Toyota Yaris) yang tampil dengan new livery yang bertemakan camouflage. Sementara sang kakak, Rio, memperkenalkan toy machine barunya di Honda Brio Speed Challenge dengan New Brio berkelir kuning.

“Rasanya seneng banget  karena sudah lebih hampir sekitar 2 tahun terakhir balap di Sentul. Jadi kendalanya pas adaptasi lagi nyetir nyari racing line dan lain-lain. Terlebih saya dan Rian tidak pernah latihan dalam kurun waktu 2 tahun, dan kami berdua pun latihan di saat sesi QTT di hari Sabtu” kesan Rio R. Bramantio mengenai come backnya ke balap Touring bareng sang adik, Rian Risky.

” Feels like coming to 2nd home. Karena saya sudah sekitar 1 tahun 7 bulan vakum dari balap, jadinya out lap penyesuaian  mobil dulu. Sembari adaptasi dengan aspal baru Sentul, dan melihat  potensi  mereduksi brake point dengan memanfaatkan aspal yang masih bagus. Lap 1 coba check high rev, check high speed breaking. Lap ke-2 flat out. Lap ke-3 break record untuk mobil 1600cc(1:46.688). Ga nyangka juga karena target time kisaran 1:48, karena sudah lama ga balap apalagi latihan. Lap ke-2 notabene flat out santai bisa 1:47, ternyata pas lap ke-3 saya nyoba push lagi..ternyata pecah telor juga 1:46″ terang Rian Risky perihal comeback nya ke balap touring dan pemecahan new record ISSOM untuk mobil 1600cc.

Mengawali musim balap 2021 di putaran ke-2 ISSOM, Rio R. Bramantio kembali lagi bertarung di pasar senggol Honda Brio Speed Challenge dengan New Brio nya yang berkelir kuning. Start dari grid ke-15 (HBSC) atau ke-4 di promotion class (2:03.543). Rio terpaksa harus terkena Drive Through Penalty (masuk ke dalam pit lane, tanpa perlu berhenti, dan langsung kembali masuk ke lintasan/ ngelewatin pit lane aja) setelah jump start akibat kagok dengan lampu start barunya Sentul. Setelah sempat tercecer di posisi paling buncit, Rio pun gas pol selama 10 lap (36,65 km), Arek Suroboyo ini pun akhirnya berhasil  maju satu persatu. Namun sayangnya hingga bendera finish dikibarkan pada lap ke-10, Arek Suroboyo ini hanya mampu finish di posisi ke-14 di Honda Brio Speed Challenge (Naik 2 peringkat), namun tetap di promotion class atau posisi ke-4 di promotion class HBSC dengn best timenya yang cukup kencang yaitu 2:00.864. “Akibat sudah lama tidak ikut balap dan Lampu start yang mirip dengan F1. Jadi yang biasanya lampu merah yang 2 kali langsung hijau, tapi yang sekarang  4 atau 5 kali merah baru hijau. Nah kejadian yang saya alami itu ketika lampu merah sudah nyala 2 kali, saya langsung lepas gas , sehingga saya jump start. Dan saya harus  melakukan drive through penalty atau melewati pit saja dengan kecepatan maksimal 60 km/jam” terang Rio mengenai insiden jump start nya yang membuat penghoby road bikes ini gagal naik ke atas podium.

Dari race pasar senggol HBSC, kita beralih ke race STCR 2 dimana Rian Risky tampil dengan Estilo B16 bernama Esbi yang liverynya bercorak camouflage dimana Arek Suroboyo ini start dari grid ke-3 overall dengan hasil QTT nya 1:47.535. Sementara di STC 1600 rian berada di posisi pertama, dimana Rian pun dikepung oleh para peserta yang menggunakan mobil bercc diatasnya (1800 – 2000cc). Namun sayangnya, posisi ke-3 overall Rian direbut oleh David Djaja yang menggunakan Estilo B18 yang membuat posisinya melorot ke posisi ke-4 overall. Rian Pun finish di posisi ke-4 overall dengan best timenya 1:48.210.

Di kelas STC 1600 Rian berhasil merebut podium pertama. Sementara di kelas FFA max 2100 Rian yang bertarung dengan mesin B16 (1600cc), berhasil bertengger diposisi ke-4 dari 8 pembalap yang menggunakan mobil berkapasitas 1800 – 2000 cc.

Setelah break makan siang atau 1 jam an. Rian Risky pun kembali suit on dan duduk di hot seat Toyota Yaris nya untuk bertarung di seri kejurnas ITCR Max atau Indonesia Touring Car Racing Max yang diisi oleh team pabrikan. Dimana Arek Suroboyo ini memulai race nya dari grid ke- 6 overall dengan best timenya sewaktu QTT 1:52.339. Sementara di kelas Rising Star Rian berada di posisi ke-2. Namun bukan namanya bonek untuk maju ta gentar untuk  bertarung dengan kelas master di dedepannya. Hanya membutuhkan beberapa lap di awal bagi Rian untuk melewati 2 pembalap didepannya, yaitu Abraham Franklin (Vios – Rising Star), dan Zharfan Rahmadi (Yaris – Master).

Rian pun akhirnya naik 3 peringkat atau finish ke-3 overall (start ke-6), dan pertama di kelas rising star dengan best timenya dengan best timenya 1:51.818.

Dari finish ITCR Max, Rian pun secara estafet atau non stop langsung turun Yaris nya dan langsung masuk ke dalam cockpit Estilo B16 untuk langsung start di race STCR 1. Dimana di race STCR ini dihuni oleh mobil berkapasitas diatas 1800cc  hingga 3000cc, bahkan turbo.  Kelas yang diikuti saja sebenarnya bukan kelas untuk mobil 1600cc nya, yaitu Free For all Max 3600 cc. Namun yang paling membanggakan adalah Rian berhasil mencetak new circuit record untuk mobil berkapasitas 1600cc, yaitu 1:46.688 yang dicetaknya sewaktu QTT di STCR1. yang membuatnya start dari grid ke- 2 overall. Dan lagi-lagi kolektor JDM cars ini menunjukkan kelasnya dengan berhasil menggeser posisi David Djaja, sekaligus membalas kekalahannya di STCR 2 dengan finish di posisi ke-2 overall STCR 1. Namun untuk bisa finish diposisi ke-2 overall, Rian pun harus dog fight dan mempertahankan posisinya selama 10 lap dari serangan David yang mempiloti Estilo B18 tersebut. What a great race by Rian Risky.

Rian pun finish di posisi ke-2 overall dengan best timenya 1:47.471.

Sementara di kelas FFA max 3600cc, RIan bertengger diposisi ke-2 diantara mobil-mobil berkapasitas diatas 2000cc.

Sementara sang kakak, Rio R. Bramantio yang  start grid  dari ke-5 (1:50.940) karena masalah pada mesin B18 Turbonya, yaitu Vtec off. Terpaksa harus mengakhiri race kali itu dengan status D.N.F atau Did Not FInish akibat kendala pada mesinnya (Vtec off) kembali kumat sewaktu race.  Walaupun  Rio dan Triumph EG6 pun sudah melakukan sudah menyelesaikan seluruh balapan hingga bendera finish dikibarkan , namun sayangnya Rio harus puas dengan status D.N.F atau Did Not Finish akibat pit stop sebanyak 2 kali karena masalah Vtec off yang membuat Estilo yang pada tahun 2019 lalu best timenya 1:43 – 1:44 ini, ngedrop sampai hanya membukukan waktu 1:52.294. ” ya sebelumnya ada kendala di vtec. Jadi ketika dicoba pada kondisi dingin vtec masih menyala pada saat warming up lap. Namun pada saat race, ketika memasuki lap pertama pun vtec sudah off, sehingga saya tidak bisa  mengikuti race penuh karena  harus memasuki pit sebanyak 2 kali dan dinyatakan D.N.F karena hanya mampu menyelesaikan 7 lap. Karena dikatakan mampu menyelesaikan balapan tersebut harus 8 lap. Saya berhasil mengikutin semua lap , namun hanya terhitung 7 lap karena saya masuk pit 2 kali” terang Rio perihal penyebab gagalnya dia naik keatas podium pada race kamaren.

“Overall untuk race saya kemaren sangat memuaskan karena esbi dapat break 1600cc time record (1:46.688) walaupun kita vakum 1 tahun 7 bulan. Yaris juga dapat finish ITCR max tanpa kendala, dan saya masih  mampu melakukan maraton race 32 laps secara berurutan (nyambung cuma ganti mobil), walaupun harus ganti helm tiap race (karena basah keringat). Dan yang pasti capek juga defend selama 10 lap pas race di STCR1. Insyallah next Tomahawk yang K20 Type R  saya turunkan lagi supaya bisa lebih kompetitif lagi

Bad luck buat my brotha, semoga  better luck next race” tutup Rian akan hasil race nya di ISSOM 2021 putaran ke-2 kemaren.

Stay tune di Perfourm untuk full artikel AP Speed x Rio Rian Racing  di ISSOM 2021 rd.2.

RIAN RISKY SETS NEW ISSOM RECORD FOR 1600 CC – 1:46.688

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com *Hashtag your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!