Anda pasti bertanya kepada saya? What the hell I shoot this old school car? Well, walaupun dia hanya sebuah mobil tua yang sudah menjadi rongsokan dan di telantarkan, dia masih brbentuk mobil . Dan mungkin beberapa puluh tahun yang lalu, back to the old day, mobil ini pernah menjadi girlfriend yang punya. Love is in the air lah. Tapi sayangnya, cinta itu sudah berlalu, and here is she. Standing beside the road, waiting a guy to love her again.
Saya sering melewati jalan ini, dan pertama kali melihat mobil ini berwarna putih. Namun beberapa saat kemudian sudah berubah livernya menjadi pop art atau lebih tepatnya mural. Jujur saja saya tidak tahu, what the hell merek mobil ini. Saya tanya atau minta wangist ke mbah Google. Diapun kebingungan.
Semua key search yang berhubungan dengan merek mobil jadul station atau wagon, mulai dari ford, Chevrolet, holden, dan vw sudah saya tanyakan ke mbah google. Namun saya tak menemukan yang cocok dengan bentuk bodynya. Tampak depan seperti VW Variant, tapi feeling saya Holden special station wagon. Tapi tetap saja bukan. Seniman yang membuat art atau mural ini cukup unik menggambar ekspresi orang pada hood nya, dengan barisan gigi layaknya barong
Pada bagian roof nya ada gambar wanita, dan seperti nya sedang galau.
Pada body bagian samping terdapat gambar seorang wanita dengan ornamen seperti pahatan motif suku dayak. Saya curiga dengan mobil ini tidak ada pintu tengahnya. Jangn-jangan ini adalah mobil jenazah.
Yang baru saya sadari tak ada pintu tengahnya dan hanya ada pintu depan (kanan kiri) dan belakang (3 door). And the spooky is, space tengahnya atau body muat untuk masuk peti mati. Holly moo..
It’s getting spooky here. I better call the Ghostbusters atau pemburu hantu
-Bayu Sulistyo |nyonk|
















