Setelah hampir 3 minggu anak-anak Showrockboyo Sideways beristirahat dari sideways actionnya yang terakhir kali di Dishub kota Sidoarjo. Well, tampaknya mereka tidak bisa membiarkan kaki mereka gatal untuk menginjak pedal gas dan melakukan clutch kick, serta menarik e-brake mereka. Dan akhirnya mereka pun kembali membakar ban di kampung halaman mereka sendiri, a.k.a pantai ria Kenjeran Surabaya.
Saya pun datang dengan menggunakan taxi, karena harus membawa cone yang jumlahnya segambreng dan tak mungkin saya gonceng menggunakan motor Honda CB100 saya. But, thanks god ada si Madmike yang paling rajin datang tepat waktu yang membayar taxi bill nya. Mike pun langsung bersiap-siap berdansa dengan Eighto atau RX8 nya. Tapi sebelumnya dia memakai special gloves pemberian sensei nya, yaitu Takahiro Ueno, pembalap Team Vertex D1 Grandprix Japan. Gloves ini dipakai Ueno san disaat meraih juara umum D1 GP Japan pada tahun 2011 dan 2012. Dan pada tahun Agustus 2013 yang lalu diberikan kepada muridnya dari Surabaya atau Indonesia, ketika drift practice di Fuji Speedway Japan. Nantikan drift practice diary si Madmike bersama Ueno San di Fuji Speedway Japan only on Perfourm.
Si madmike pun membuka acara latihan siang hari itu seorang diri, karena ya seperti yang tadi saya bilang, dia adalah drifter teladan yang datang tepat waktu bahkan saya yang telat. Mike pun mulai bermain-main di area Kenpark ini. Dan melakukan initiate dengan speed yang cukup tinggi.
Lalu mulai mencoba mendekati clipping point.
Dan akhirnya exit dengan full throttle serta ton’s of smoke. Seperti Ueno san berhasil mem boost up skill pria yang fanatic dengan Rotary engine ini.
Sekitar 1 jam kemudian, beberapa anggota Showrockboyo Sideways pun sudah mulai hadir di lokasi. Ada Andy SP Garage yang membawa mainan barunya yaitu project BMW E46, Darel dari Porsckit dengan FT86nya, Hando dari i-SPEC dengan Subaru BRZ, dan akhirnya Wira dari Bajoel Tech dengan RX8nya
Wira dan Darel pun langsung line up di waiting zone untuk melakukan latihan drift mereka hari itu.
Sementara Binar sore hari itu datang bersama anaknya ZT dengan menggunakan scooter listrik. Kemana A31 atau Cefironya? Ternyata ban nya gundul atau habis. So, Binar memutuskan untuk puasa sejenak dari aktifitas membakar bannya.
Sebenarnya Sabtu itu saya berniat menjalankan program latihan yang dibagi dalam 2 kelas, yaitu beginner dan rookie. Tapi ternyata karena Madmike yang sekarang naik kelas ke rookie latihan duluan dengan soal. Jadilah beberapa beginner seperti Wira dan Hando ingin juga bermain soal. Alasan mereka bosan bermain dengan doughnut dan u-turn. Jadilah mereka bermain soal yang saya buat, yaitu huruf R. Wira pun saya lihat sudah mulai berani mengikuti jejak Mike dengan melakukan initiate sebelum clipping yang pertama.
Dan mulai belajar menggunakan e-brake, clutch, pedal gas, dan juga counter steer pada saat mobil mulai oversteer melewati cone atau clipping yang pertama. Menurut saya ini adalah progress yang luar bisa, mengingat mereka belajar secara otoditak.
FT-86 milik Darel dari Porsckit Surabaya ini akhirnya dikemudikan oleh Andy SP Garage untuk bersideways ria. Karena matic dan rims BC Forgednya kelewat gede dengan Toyo Proxes ST4 dan under power, 200 hp. Jadilah Andy sedikit ngoyo membuat FT86 ini untuk bisa doughnut.
Sementara Hando dengan BRZ nya yang masih menggunakan oem tires atau ban bawaan pabriknya, dengan mudah melakukan doughnut sebagai pemanansan sebelum bermain soal.
Saya memang menyarankan Hando untuk melakukan pemanasan latihan doughnut terlebih dahulu sebelum bermain soal. Ya agar dia berkenalan dulu dengan mobilnya.
Saya tahu Surabaya siang hari super duper extra panas, tapi untuk mendinginkan mesin dengan berputar-putar dengan hood dibuka bisa konyol. Mendinginkan..seh mendinginkan.. tapi ga kaya gini juga kaleeee.lol
Saya tahu Surabaya siang hari super duper extra panas, tapi untuk mendinginkan mesin dengan berputar-putar dengan hood dibuka bisa konyol. Mendinginkan..seh mendinginkan.. tapi ga kaya gini juga kaleeee.lol
Sementara si madmike yang sudah dari tadi melakukan pemanasan dan bermain dengan soal dengan hasil yang cukup baik dalam menyelesaikan soal R nya. Mulai melakukan improvisasi atau melanjutkan soalnya dengan menjadikan soal atau cone-conenya sebagai driftland.
Dan mulai meliak-liuk sambil membakar bannya dengan speed yang lumayan tinggi.
Andy SP Garage pun mulai mencoba project car terbarunya, yaitu sebuah BMW E46 yang matic namun engine 168 hp M52 2.5 Lt inline six nya sudah di turbo menggunakan Garret GT2871 dengan boost sekitar 0,5 bar.
Ini adalah mobil customernya yang sedang di develop untuk dirubah dari contest car menjadi drift machine. Selagi menunggu gearbox manualnya, Andy pun melakukan trial pada enginenya. Hasilnya cukup lumayan untuk sebuah mobil matic, lebih berat kalo saya lihat dari pada BRZ maticnya Hando.
And it get’s ton’s of smoke…
Celakanya setelah beberapa kali run, keluar asap dari engine bay E46 ini.
Setelah dicek, ternyata olinya keluar dari celah-celah packing head covernya. Lalu membasahi header dan turbo, hingga terlihat seperti BBQ party. Setelah saya tanyakan kepada Andy, ternyata packing head covernya sudah lama tidak diganti., dan membuat bocor ketika bermain di high rpm.
“It’s ok dude…inilah gunanya trial. Untuk mengetahui apa saja yang perlu diperbaiki” kata Andy sambil meninggalkan E46 nya supaya dingin terlebih dahulu.
E46 ini adalah mobil milik Steven yang dulunya digunakan untuk auto contest, dan pernah menyabet sebagai king of street racing di sebuah gelaran contest yang bertaraf nasional di kota Surabaya
Karena dirasa para pesaing nya sudah mulai hardcore dan brutal, dan E46 ini dinilai sudah mentok modifikasinya untuk kelas street racing. Akhirnya biem ini dipensiunkan dan mulai dikembalikan ke standartnya. Dulunya saya ingat mobil ini sudah standart semua termasuk enginenya, seleang beberapa saat malah ingin bermain drift. Akhirnya E46 ini di instalkan lagi custom turbo kitnya.
Beberapa teman dekat para drifter Surabaya ini tampak hadir untuk melihat sahabtanya berlatih sebelum untuk open drift practice kepada public kota Surabaya. Diantara gerombolan itu ada Raditya a.k.a the Madman dari Jangkar miring Surabaya (tengah), yang kali itu kebagian sebagai tukang video pakai HP. Kita doakan saja semoga 200SX nya bisa cepat sembuh. Aamiin.
Salah satu peserta latihan drift hari itu yang paling bersemangatselain si Madmike adalah Wira. Wira beberapa kali saya lihat setelah mencoba soal R yang saya buat, turun dari mobilnya lalu berdiskusi dengan saya mengenai letak cone nya supaya dia bisa mendapatkan angle atau momentum yang tepat ketika mulai bersideways ria.
Setelah membetulkan atau mengatur ulang cone nya, Wira pun mulai memacu Mazda RX8 nya, dan mulai melakukan initiate dengan menggunakan e-brakenya.
Disini Wira sudah mulai mengoreksi kesalahannya dan mampu membaca karakter mobilnya. Yaitu ketika dia menggunakan 2nd gear pada initiatenya, entry speednya cukup kencang, namun ketika masuk ditengah-tengah cone, dan mulai melakukan counter di cone atau tikungan ke-2. Mobilnya mendadak loyo, karena tak under power.
Akhirnya setelah beberapa kali mencoba, yang dirasa pas untuk RX8 standart ini adalah initiate dengan 1st gear. Walaupun Wira sedikit merasa kasihan dengan enginenya, namun langkah itu harus diambil jika ingin bermain soal dengan RX8 yang masih standart, belum coiloveran, dan hanya bermodalkan Greedy cat back exhaust dan open air filter saja.
Akhirnya dragster dari team Bajoel Tech Suraabaaya ini pun dengan sukses melalui initiate di R1 lalu menuju ke R2 dan akhirnya switching ke R3 dengan mulus.
Setelah dari tikungan ke-2 atau R2 dia sideways ke kiri, Wirapun berhasil meng counter steer RX8 nya memasuki R3 dengan sideways ke kanan. Nice…
Dibelakang Wira, ada duo genk Rotary Surabaya, si Madmike yang juga menggunakan RX8 langsung memulai initiatenya dengan speed yang cukup tinggi.
Mulai memasuki R2 dengan cukup mulus
Kalo saya liat angle dan line nya sudah cukup baik perbaikannya dari pada sebelum si Mike pergi belajar Drifting di Japan.
Jika sewaktu Hellyea Perfour opem drift practice, Mike yang saat itu turun di kelas beginner hanya kalah 1 point (angle) dan 2 point (line) dengan Binar yang masuk di kelas Rookie. Mike : Speed 8, Angle 7, Line 6. Binar: Speed 6, Angle 8, Line 8.
Namun soal speed memang anak ini tidak perlu diragukan lagi. Di Surabaya, selain si Madmike yang hobby high speed drifting ada kembarannya, yaitu si Madman alias si Radit dari Jangkar Miring Surabaya dengan 200SX nya.
Apalagi setelah di latih atau di training Takahiro Ueno selama 1 hari di Fuji Speedway Japan, drifting skill cowok yang baru mulai bermain drifting sekitar bulan Maret yang lalu (6 bulan yang lalu) naiknya cukup pesat. Terlebih lagi dia mengendarai sebuah mobil yang menurut orang Jepang dan senseinya sendiri (Ueno san) sebuah mobil yang liar dan under power, juga jarang digunakan untuk drifting di Jepang. Dan kabar buruknya masih standart pabrik, hanya diganti coilovernya saja. Tapi ditangan Mik, Eighto ini bisa dibuat berdansa, sampe-sampe orang Jepang teman D1GP Ueno San salut melihat video rekamannya Mike.
Hando pun tak kalah dengan para genk Rotary Boys, walaupun initiatenya setelah cone yang pertama, namun Hando berhasil melakukan u-turn drift yang cukup bagus.
Lalu switching ke kanan, lalu kemudian switching lagi ke kiri di R3.
Namun sayang aksi drifting nya terhenti ketika baru saja dia hendak melewati R3. Tapi saya rasa skillnya Hando sekarang diatas BRZ maticnya, waktunya dia beralih ke manual car supaya skillnya bisa meningkat lagi
Kesal karena tidak bisa membuat FT86nya doughnut drifting, Darel pun menyerahkan kemudinya kepada Hando yang sama-sama sebagai boxer guys.
Hando yang biasanya dengan gampang membuat BRZnya doughnut, kali ini menyerah karena tidak mampu membuat FT86 ini membuat angka 0. Katanya Hando rimsnya terlalu besar. Tapi tidak untuk Andy, diapun berhasil membuat FT86 matic ini ber doughnut ria, walaupun dengan sedikit memaksa akibat rimsnya yang besar 18’inch.
Tampaknya FT-86 nya Darel lebih cocok dijadikan sebagai contest car daripada drift car. Mengingat mobil ini dipersenjatai dengan gigantic 18’inch BC Forged rims wrapped with Toyo Proxes 4 ,dan TRD brake kit system. Mungkin jika ingin sedikit sideways action dia harus mengganti rimsnya dengan rims bawaan pabrik atau OEM rimsnya.
Alasannya cukup masuk akal jika kita lihat disini, BRZ hando yang hanya dimodifikasi pada sektor exhaust systemnya menggunakan Fujitsubo, mampu dengan mudah diajak bermanuver. Rimsnya juga OEM 17’inch dengan ban sayur. Alasan nya cuma 2, it’s matic and it’s under power.
Sedangkan untuk si Madmike, walaupun dia naik mobil yang notabene masih standart pabrik dan under power. Cuma saya rasa sudah saatnya dia naik mobil yang powernya diatas mobil ini. Karena mobilnya sudah tidak bisa meladeni skill Michael yang terus meningkat. Mike juga bilang ke saya, kalo waktunya dia upgrade performance RX8 ini atau ganti dengan mobil berspek lebih tinggi. Tunggu saja kejutan dari si madmike.
Sore itu yang termasuk pelajar teladan kita ke-2 hari itu adalah Wira. Tak henti-hentinya dia mencoba soal R yang saya buat ini. Wirapun dengan sukses initiate dengan 1st gearnya lalu menarik e-brake dan mulai drifting melewati 2 cone.
Lalu mulai switching masuk ke R2. Terlihat sedikit melebar atau over steer, namun itulah yang harus dilakukan oleh Wira supaya ada tenaga untuk switching di R3. Mengingat mobil ini masih standart dan belum coil over.
Mulai memasuki R3 dengan sedikit melebar.
Walaupun sedikit melebar, namun Wira masih bisa mengendalikan RX8 nya melewati R3.
Dan akhir finish, lalu saking senangnya melanjutkan aksi driftingnya dengan melakukan doughnut dan angka 8. What a race bro.. well done buddy.
Well, this is it. Jujur saja saya hari itu sangat amat senang sekali dengan kemajuan para local hero atau drifter local kota Surabaya. Perjuangan saya dari tahun 2011 membesarkan drift di kota Surabaya sudah mulai terlihat. Walaupun baru belajar beberapa bulan yang lalu, dan masih sering gagal. Namun semangat pantang menyerah dan kemauan yang besar untuk cepat bisa mengalahkan niat belajar basic drift, yang di skip ke soal, tapi cukup berhasil. Practice makes perfect right? Tapi ini practicenya ngawur, tapi bisa walaupun tidak 100%.
Benar-benar bonek…HELL YEA!
-Bayu Sulistyo |nyonk|
*Like us on our facebook fanpage
*follow us on our Instagram & Twitter : @perfourm


























































