Apa jadinya jika seorang pria terobsesi dengan sebuah mainan yang bernama sport car? Ngidam? Tentu saja. Membelinya? Like a boss. Ride with friends and get some parades? Bring it on ! Beberapa minggu yang lalu saya mendapatkan kesempatan untuk berjoging ria di pagi hari bersama sebuah boys band yang bernama Speedfreak, yang notabene adalah sebuah boys band bertipikal music full heavy metal. Musicnya sepanjang jalan Surabaya hingga Taman Golf Fina? RB26, VR38DETT, 13B, K20, dan lain-lain.
Minggu pagi, karena takut bangun kesiangan, saya pun menginap di rumah Hando i-SPEC BRZ. Bukannya menginap, malah main x-box Grand Thief Auto 5. Setelah cumin tidur 2 jam, saya dan Hando menuju ke meeting point 1 di sebuah convenience store untuk menunggu beberapa mobil dari Surabaya Barat. Satu persatu mobil dari Surabaya Barat pun tiba.
Salah satunya adalah si Gojira berwarna putih ini lengkap dengan MINE’S liverynya. Yes it’s is. It’s Mine’s Destrier R35 GT-R. Specialnya lagi, nomor seri mobil ini adalah 001/003.
Setelah pasukan dari East Cost sudah lengkap semua, kamipun bertolak menuju ke sebuah perumahan di kawasan west cost untuk bertemu dengan anggota Speedfreak dari kawasan west cost.
15 menit pun brlalu, dan tibalah kami di meeting point ke-2 di sebuah perumahan di kawasan Surabaya Barat dimana para anggota SF lainnya sudah berkumpul.
Speedfreak adalah sebuah komunitas pecinta sport car di kota Surabaya yang mulai ignition sekitar bulan Juni atau Juli 2013. Dari yang awal mulanya hanya 3 mobil saja, kini menjelma menjadi sekitar 40 anggota. Mulai dari sport car atau high performance car dari Jerman.
Hingga high performance atau sport car hybrid car dari Jepang. Di SF semua pecinta dan pemilik mobil sport car and high performance car dari segala merek serta negara diterima disini. Yang penting syaratnya adalah punya sport car dan easy going.
Salah satu keunikan SF adalah bukan hanya 2 door coupe sedan saja yang diterima disini, tapi 4 door full size sedan sekelas Lexus juga diterima disini. Dan dandanannya juga beda dengan yang lainnya yang lebih beraroma racing, tapi ini malah berdandan ala stance car atau VIP car khas full size sedan Japan.
Tapi yang paling full heavy metal adalah deretan dari 4 Gojira ini. Mulai dari mobil impian atau my true love Nissan Skyline R34 GT-R V-SpecIINur, hingga adiknya Nissan GT-R R35.
Memandang dan membahas mengenai legenda dari Jepang ini tak akan pernah habis di telan jaman.Seperti kata Amu di film Initial D, Pantat besar, mesin turbo, dan all wheel drive. Apalagi yang kita cari dari si Sukairain ini? Rimsnya saja sudah diganti dengan gold Volk Rays CE28 wrapped with Advan neova AD08R tires. Sementara Endless 6 pot brake kit systemnya menggantikan OEM brake kit systemnya. Suspensionnya menggunakan Tein coilover.
Meet da heart of Gojira. RB28DETT Tomei Genesis GT engine dengan full block N1. Seperti yang And abaca tadi, Tomei parts ada di mana-mana. Mulai dari head gasket, oil pump, poncam R camshaft, header, dan fuel rail. Sedangkan HKS bersanding dengan Tomei pada HKS GT28RS turbo, Spec R intercooler, dan silent exhaust nya. Sementara otak dari Gojira bertenaga lebih dari 1.000 hp ini adalah Haltech. Dan karena Iwan sang pemilik suka mengajak si Gojira ini jalan-jalan, maka engine pun di set menjadi 600 whp dengan bensin nasional beroktan 98. Sudah lebih dari cukup untuk mengasapi mobil-mobil yang ada di jalanan kota Surabaya.
Sementara twin bosch 44 fuel pump bertugas mensuplai bensin ke jantung Sukairain ini.
V-specIINur. Yang kalo di baca menjadi Victory spec II Nurburgring. Hanya 1000 unit dibuat untuk merayakan mobil ini mencetak waktu 7 menit 50 detik pada sirkuit yang mempunyai julukan green hell sepanjang 22km. Millenium Jade menjadi warna special untuk spec yng di buat pada tahun 1994ini. Dan di Indonesia rumornya yang road legal cuma ada 3 saja, 1 di Jakarta, sedangkan 2 di kota Surabaya.
Gojira ke-2 adalah R35 yang dilengkapi dengan special badges, yaitu R35 GT800 dari HKS.
Itu berarti dapur pacunya VR38DETT yang originalnya cuma mampu menghasilkan tenaga sebesar 545 hp, lalu di doping lagi dengan HKS GT-800 turbo kit sehingga mampu menghasilkan tenaga sebesar kurang lebih 800 horse power.
Gojira yang ke-3 berwarna putih ini termasuk yang rare item di dunia,hanya ada 3 di dunia. Dan ini adalah nomor 001 dari 003 yang pernah dibuat. Mine’s Destrier R35 GTR. Mobil yang dibangun secara hand built serta di awasi langsung oleh teknisi Mine’s yang bersertifikat ini menggunakan seluruh riset dan pengalaman Mine’s selama 4 tahun dalam membangun R35 GT-R. Pada bagian eksteriornya, hampir semua bagian yang bisa di carbon di dry carbonisasi. Seperti front bumper, front spoiler/diffusers, side skirt. Sementara rolling stocknya menggunakan Volk Racing yang di wrapping dengan Bridgestone Potenza . Sementara 400 mmcarbon ceramic rotors menggantikan OEM rotorsnya pada front and rear tiresnya. Pada suspensionnya ada 3 way adjustable SACHS coilover dengan adjustable height springsnya 12kg/cm
Rear hood atau bonnet pun tak lepas dari dry carbonisasi para engineering Mine’s.
Sementara Mine’s high flow throttle dan carbon intake package menghiasi VR38DETT yang mampu menyemburkan tenaga sebesar 800 hp yang mampu melesat dari 0-100 km dalam waktu 2,85 detik (normal mesin 500 hp VR38DETT 3,15 detik). Tak lupa juga plakat nomor produksi Mine’s Destrier disematkan pada carbon intake nya.
Atas nama performance dan power to weight ratio, semua part yang bisa di dry carbon, pasti di dry carbon. Contohnya doorshell atau pintu Gojira ini.
Cockpitnya juga mendapatkan sentuhan carbon pada Bride Stradia Lo Max carbon seat.
Sama seperti Honda Civic Type R, maka Mine’s edisi Destrier yang berarti kuda perang ini disematkan plakat nomor produksinya pada bagian transmission console. M. Niikura singkatan dari Michizo Niikura, president dari Mine’s
OEM roof nya pun tak luput dari sentuhan dry carbon
Juga bagian trunk dan rear wing nya. Diet besar-besar ala dry carbon Mine’s ini berhasil membuang lemak pada body GT-R ini sebesar 150 kg. Body atau chassis Destrier sendiri sudah di reinforce chassis dan juga extra weld untuk memperkuat chassis serta lebih rigid.
Melihat ke-3 Gojira ini saya seperti berada di negeri Jepun sana.
Dan tentu saja membuat saya mendadak menjadi horny.
Nyonkie desu. Gojira sugoi desu ne ..!!!!
Pagi itu selagi menunggu beberapa anggota SF yang sekiranya bangun kesiangan. Tampak aktifitas yang lazim ditemukan ketika beberapa car enthusiast berkumpul dalam satu tempat, yaitu sharing.
Atau buat yang membawa anak, ada kalanya menyuapi si anak agar jangan sampai exhaust ibunya lebih keras dari pada exhaust mobil kesayangannya. Number 1 rules, mama is da boss. Lol.
Dan juga waktu yang tepat untuk membagi sticker yang sudah di tunggu-tunggu oleh anggotanya dari sekitar 5 buan yang lalu, akhirnya muncul juga.
Satu persatu anggota pun memasangkan sticker berwarna merah ini pada kaca depan bagian kanan bawah.
Speed freak alias penggila kecepatan dikota Surabaya ini dari hanya 3 orang teman, lalu dari mulut ke mulut, menjelma menjadi sebuah boys band berisi 40 mobil yang full heavy metal sport car.
Disinilah tempat berkumpulnya the best sport car in Surabaya. Mulai dari Jerman, Jepang, USA, hingga Korea.
Setelah semua anggota berkumpul, terlebih dahulu diadakan early briefing mengenai track dan juga time schedule kita hari itu.
Setelah selesai early briefing, dilanjutkan dengan doa bersama sebelum memulai agenda hari itu, yaitu touring ke daerah Pasuruan.
Saya tahu mobil mana yang harus dan wajib saya photo ketika engine start di tekan, yaitu Nissan Skyline R34 GT-R V-SpecIINur. Karena Nismo display dash nya akan menampilkan logo khas GT-R dan juga Nismo.
Hari itu rombongan horse power ini dikawal oleh sebuah patwal yang bersenjatakan sebuah Mazda 6 yang mempunyai kekuatan hanya 170 hp. Sedangkan yng dikawal rata-rata mempunyai kuda diatas 200 ekor.
Rombongan SF pun memulai agenda touring nya, dan saya pun meminta urut-urutan paradenya sesuai dengan horse powernya terlebih dahulu. Yaitu dimulai dengan rombongan si Gojira.
Ohhhh..Gojira. Why your so sekseh lah?
Lalu dikuiti dengan sport car lainnya di belakang para monster horsepower itu.
Rombongan horsepower ini pun mulai membelah jalanan Surabaya Barat dengan berparade hingga hampir 20 mobil sport car.
Satu diantaranya yang bukan sport car tapi tampilannya tetap cantik dan memikat hati saya adalah Lexus GS300 yang merupakan adik atau generasi ke-2 dari Aristo yang di dandanin ala stance atay VIP car.
And the man behind this GS300 adalah Samuel dari club Leng Zai Surabaya. Teman saya ini bisa dibilang maniak full size sedan, jika dulunya dia punya Toyota Aristo GS300, kini dia beralih ke Lexus GS300.
Sementara Hando tampak begitu menikmati touring kali ini dari BRZ nya.
Kami pun tiba di pintu masuk Satelit ramp atau gerbang tol kota Satelit.
Selepas pintu masuk, rombongan pun mulai tancap gas satu persatu menuju jalan tol kea rah selatan kota Surabaya.
Masuk ke jalan tol dari arah kota Satelit hingga bundaran Waru traffic nya terlihat cukup ramai. Sehingga menghambat pergerakan rombongan. Dari sini Anda bisa melihat mesin-mesin 4 silinder normal hingga flat atau boxer.
Hingga rombongan inline 6 dan V6
Tapi tetap yang menjadi idol saya hari itu dan selama nya adalah..dat ass.
Jujur saja saya baru kali ini ngedate dengan mahluk yang paling seksi di muka bumi ini. Oleh karena itu saya mohon maaf apabila pada artikel kali ini saya mengeksploitasi habis-habisan mobil berwarna millennium jade ini.
Mulai dari wajah hingga bokong atau pantatnya saya eksploitasi habis-habisan. Biasanya saya tau Anda hanya bisa melihat photo dari para Gojira ini di media luar negeri, tapi kali ini Anda melihatnya direst area tol Surabaya Sidoarjo. Dat ass
Kecuali bokong si DC5 itu. Go home type R, your drunk.lol. Ini dia when Type R meet GT-R, and when Homo (Honda Motorsport) meet the Nismo (Nissan Motorsport). Ultraman versus Gojira.
Di rest area ini para anggota beristirahat sejenak sebelum menempuh perjalan sekitar 60km dari kota Surabaya. Saya pun berniat membeli froster avocado
Karena froster avocado nya belum jadi alias masih difrozen, akhirnya saya mutuskan membeli guava juice sebagai mood booster saya pagi hari itu. Mengingat saya belum sarapan dan harus bekerja dari pagi memburu sport car sport car ini.
Setelah beristirahat dan beberapa mobil mengisi bensin, kami pun melanjutkan touring kembali masuk kedalam jalan tol.
Dan memulai etape ke-2 yaitu rest area – Ayam goreng Ibu Sri di daerah Pasuruan.
Rombongan pun mulai berjalan beriringan menuju tol ke-3 yaitu, ruas tol Sidoarjo-Porong. Hari itu 2 13B atau Eighto bergabung dengan para piston.
Selepas pintu tol masuk atau Sidoarjo ramp arah ke Porong, para rombongan pun mulai memanfaatkan situasi jalan yang lumayan sepi untuk full throttle kendaraan mereka. Saya yang nebeng di sebuah Honda Jazz GD3 100 hp matic ini, terlihat begitu maksa mengejar mobil yang hpnya 2 kali lipat dari Jazz ini.
Ketika speedometer mulai menyentuh 110-120 km/jam kami pun mulai menyusul rombongan, dan itu berarti tugas saya pun dimulai dengan keluar dari jendela belakang untuk memphoto mobil ini satu persatu.
Selagi si pengemudi Jazz GD3 ini full throttle, saya pun juga ikut full throttle melepaskan shot saya kepada rombongan mobil yang saya salip.
Dan sampai lah pada grid terdepan yang disini oleh para monster Gojira, yang kalo mereka berlari yang pasti GD3 ini sampai tidak bisa lagi melihat tail lightsnya.
Dan pada kecepatan diantara 100- 120 km/jam dan dalam posisi keluar setengah badan dari jendela GD3, saya pun mulai mengabsen satu persatu para anggota Speedfreak yang mengikuti agenda rutin bulanan club ini. Dimulai dari Nissan GTR R35 yang engine nya di upgrade dengan HKS GT-800 turbo package.
Lalu ada si Creed Iput Honda Civic Type R DC5 milik Ronald dari Creed Surabaya
Mazda MX-5 dari club Option Surabaya milik Taneka yang tampangnya mirip you know who? Atau Voldemor di film Harry Potter
Hallo Sekseh…Nissan Sukairain R34 GT-R V-SpecIINur
Ada Mercedes-Benz E55 milik Darell dari club Porsckit Surabaya
Subaru Impreza WRX milik Kevin dari club Stripes dan i-Spec Surabaya.
VW Golf GTI MKVI
Lexus GS300 milik Samuel dari club Lengzai Surabaya
Subaru BRZ milik Hando dari i-Spec Surabaya. Yang rencananya mobil ini akan di lego untuk digantikan dengan sebuah mobil AWD plus turbocharged.
Mazda RX8 SE3P
Another Mazda RX8 SE3P new facelift
A sport car hybrid Honda CR-Z
Hingga the old school atau sport car paling tua yang ikut di acara ini, sebuah Toyota MR2 W20
Karena saya tadi tidak bisa mengejar 2 buah Gojira yang berada di barisan depan, akhirnya pada bypass Porong, saya pun bisa mengejar 2 GTR ini. Yang pertama adalah GT-R hitam milik Dazz yang juga salah satu pendiri Speedfreak.
Lalu Mine’s Destrier GTR
Yang juga dari tadi tidak bisa pelan jalannya, selalu saja ingin berlari. Mungkin itulah alas an kenapa mobil ini dinamakan Destrier yaitu kuda perang bertenaga 800 hp.
Sementara wanita idaman saya si Sukairain, adem ayem saja jalananya bersama dengan rombongan lainnya. Dam I love that Z-Tune front bumper, side skirt, rear bumper, and fender. Carboon hood nya menggunakan Seibon.
Rombongan pun mulai masuk ke jalan provinsi atau jalan utama kota Porong yang terkenal ramai dan macet ini. Dan alhasil speanjang jalan ini, orang-orang pun terbengong-bengong melihat mobil yang tidak lazim ini.
Setelah sekitar 1 ½ jam menempuh perjalanan dari kot Surabaya, akhinya tibalha kita di meeting point ke-3. Yaitu sebuah rumah makan yang terkenal akan ayam gorengnya yang super duper yummy.
Tapi sebelum menyantap ayam gorengnya, sayapun diganjal DJ atau dadar jagung yang berukuran lumayan jumbo dengan udang di tengahnya.
This is it…Ayam goreng yang saya katakan haw che sing cing ping alias enak gilak tadi. Rasanya manis manis asin, dan dagingnya gurih serta lembut. Bahkan Anda bisa makan tulang-tulangnya yang lunak.
Begitu ayam goreng beserta nasi dan sayur line up di meja makan, para anggota speedfreak ini langusng full throttle menyantap hidangan makan siang ini.
Baggaimana dengan saya? Anda kan tahu saya masih dalam masa pertumbuhan, jadilh saya makan ayam goreng plus sambel pencit (mangga muda) plus es jeruk jumbo mambo. Jujur saja pekerjaan keluar dari jendela diatas 100 km/jam tadi membuat saya sedikit lemes dan masuk angin, tapi kini saatnya untuk balas dendam.
Puas full up the tank dengan ayam goreng dan es jeruk jumbo, kami pun melanjutkan touring kami hari itu menuju Taman Dayu dengan melewati tunnel atau lorong waktu yang terbuat dari pohon-pohon di sepanjang jalan.
Jika tadi saya naik GD3 maka kali ini saya onboard dengan Samuel di Lexus GS300. Mobil ini sih normally terbilang nyaman dan empuk, tapi ditangan lulusan Ausie yang berdandan ala orang Indo di Aussie ini, menjadi keras karena terbiasa dengan aliran ceper mampus sewaktu di Aussie.
Mungkin karena miss comunnication kami pun keluar lagi dari Taman dayu menuju ke finsih line kami yaitu Finna Golf yang letaknya dibelakang Taman Dayu. Rombongan pun mulai menuruni downhill yang terletak di perumahan tersebut.
Dan akhirnya tibalah kami di finish line kami yang tempatnya sangat go green sekali.
Bahkan bisa terlihat seperti sedang di surga dengan pohon pohon yang rindang dimana mana, dan bidadarinya berupa sport car dari jepang ini.
Buat yang beraliran elegant juga mendapatkan tempat di Speedfreak, karena basically komunitas ini dibentuk sebagai wadah pecinta mobil sport ataupun mobil elegant yang mempunyai gen sport atau high performance di dalamnya.
Terlebih lagi dengan keluarga Gojira ini, yang merupakan legenda dari negeri matahari terbit. Di komunitas ini lah kita bisa melihat sport car terbaik di Dunia kini hadir di Surabaya.
Dan saya pun berdiri diantara ke-2 nya, asking them to be mine someday. Aamiin.
Atau bahkan berphoto bersama fans mereka yang merupakan penggemar sport car. I guess V-tec just kicked in ya Ronald.
Kami pun melepas lelah setelah 2 jam lebih berkutat di balik kemudi mobil mobil yang rata-rata suspensionnya membuat badan kami pegel-pegel.
Be united in Speedfreaks. Apapun mobil sportnya, mau dari Jepang hingga Korea, mau dari oldschool hingga hybrid, mau dari 4 cylinder hingga inline 6 atau V6.
Semuanya tergabung dalam Speedfreak Surabaya. Jika Anda punya mobil sport dari negara dan tahun mana aja yang ingin bergabung dan hungry for speed, tidk ada salahnya bergabung dengan komunitas ini.
Pit stop kami selama kurang lebih 1 jam berakhir sudah, dan kini saatnya kami downhill menuruni perbukitan Pasuruan untuk kembali lagi menuju kota Surabaya.
Saya baru sadar ternyata RX8 berwarna merah ini mempunyai rims yang kelewat kodok atau Mexican flush.
Selagi kami berhenti di rest area Sidoarjo- Surabaya, saya pun tak henti-hentinya memandangi mahluk yang satu ini.
Kenapa Tuhan lewat manusia bisa menciptkan mobil secantik, segagah, dan sekencang ini?
Yang membuat saya seumur hidup ingin memiliki dan meminangnya sehingga bisa masuk kedalam club paling hardcore menurut saya di Indonesia.
And here I’m, standing beside the car.. act like Takumi pose. My name is Nyonk…Nyonk O’Connor.lol. Hati saya dibuat melting atau melelh jika memandangi mobil ini guys. It’s true. Dari sekian banyak Gojira atau sukairain hingga R35. Inilah model atau jenis Sukairain yang paling saya cintai, lalu diikuti oleh R32, dan KGC100.
Puas hati saya dibuat melting oleh Gojira R34, kini waktunya saya pulang dan kembali ke dunia nyata dengan menumpang BRZ. Dan tampaknya keadaan semakin panas sewaktu kami arah pulang dari tol Sidoarjo-Surabaya. BRZ matic Hando pun ditempel ketat oleh DC5 milik Ronald.
Hando pun memacu mobilnya hingga 167 km/jam untuk mencoba melepaskan diri dari DC5.
But, suddenly. Here’s come’s the pain. Tiba-tiba saya meilhat Gojira ini berlari dari sebelah kiri jalan atau bahu jalan, dan dengan cepat mulai menyusul BRZ Hando.
Hingga membuat BRZ Hando seakan dalam posisi P atau Parking atau N atau Netral. Saya pun terperana sewaktu Sukairain ini melintas disebelah saya dengan sunset diatasnya.
And there’s goes my heros.
-Bayu Sulistyo |nyonk|
*Like us on our facebook fanpage
*Follow us on our Instagram & Twitter : @perfourm


















































































































