Drag race kota Jambi menjadi 1st debut saya liputan sebuah event balapan adu kebut mobil di lintasan sepanjang 201 meter ini, di luar track atau aspal yang bernama pulau Jawa. Dan bersama team B16 AP Speed Jakarta, saya pun mendapatkan golden ticket untuk melihat sampai sejauh mana perkembangan scene drag race di luar pulau Jawa. Dan tentu saja mengawal tradisi team yang merupakan team All Motor paling hardcore di Indonesia ini yang selalu memborong piala, dimanapun EG6 nya bertanding.
Setelah Sabtu pagi hingga sore, kami diajak bermain air ala Miami Vice dan memancing di Sungai Batang Hari oleh Fanny yang merupakan tuan rumah kali itu. Bisa dimaklumi inilah salah satu hiburan yang ada buat killing time atau membuang mati gaya di ibukota provinsi Jambi ini.
Malamnya alias malam minggu, bukannya kami ngedate atau keliling kota Jambi. Saya dan team B16 AP Speed malah sibuk memoles mobil dan juga rims, serta slick tires. To much slick will stuck you.
Minggu pagi, sebelum race, kami pun menyempatkan diri untuk menikmati sarapan ala kota jambi.
Saya pun berkesempatan mencicipi lagi makanan yang terkahir kali saya makan sekitar 16 tahun yang lalu ketika saya masih SMP. Yaitu tempoyak. Sebuah makanan yang terbuat dari durian, yang rasanya seperti memakan buah durian, tapi rasanya ada asinnya karena ada bumbu di dalamnya. Kali ini mas Fanny menghidangkan tempoyak plus ikan patin didalamnya. Rancak bana….
Setelah menyantap tempoyak, kamipin menuju ke track yang terletak hanya 200 meter dari rumah Fanny.
Begitu rombongan All Motor squad ini tiba, para pengunjung yang sebagian besar anak-anak kecil ini langsung mengerubungi ke-3 EG6 yang dibawa jauh-jauh dari kota Jakarta.
Bahkan kebanyakan dari mereka malah berphoto bersama dengan EG6 berwarna orange milik mas Fanny ini. Mungkin karena mereka tahu pemilik mobil ini orang Jambi yang ada sticker I love Jambi di kaca depannya.
Saya malah senang melihat anak-anak kota Jambi ini bisa melihat dan berphoto bersama dengan monster-monster drag race ini, yang biasanya mereka hanya lihat di koran atau majalah saja. Ya bisa di bilang mereka tidak seberuntung, saya atau Anda yang makanannya tiap hari mobil-mobil sport di pulau Jawa. Sebagai sesama laki-laki, saya sedih, karena bagi saya seorang pria atau laki-laki, langkahnya haruslah luas dan jauh. Agar dia bisa melihat dan tahu dunia luar seperti apa. Bukan hanya hidup dari start hingga finish di satu kota saja. Life is adventures. Mungkin mereka someday akan mendapatkan golden ticket itu. Aamiin.
IFO drag competition round V 2013 ini diadakan di depan kantor Gubernur provinsi Jambi, yang sekilas bentuknya kalo malam seperti istana Buckingham.
Lintasannya sendiri terletak sekitar beberapa meter saja dari kontor Gubernur. Yaitu sebuah jalan yang terletak di tengah perkantoran Gubernuran kota Jambi. 2 lintasan kiri dan kanan sepanjang kurang lebih 350 meter. Dengan panjang lintasan 201 meter, dan braking zone sekitar 149m. So far, I like this track. Tempatnya luas. Lapang, dan rindang daripada track yang ada di pulau Jawa.
Saya dan Aik pun mulai menyusuri sirkuit yang merupakan jalan raya umum ini dengan jalan kaki, sambil mengamati meter demi meter jalanan yang baru saja di guyur hujan ini.
Ada beberapa note yang harus diperhatikan pada street track ini. Yaitu adanya bumpy atau perpindahan antara aspal lama dan baru setelah sekitar 30 meter dari garis start. Dan adanya polisi tidur mini sebanyak 3 kali setiap jarak 50 meter hingga garis finish. Tentu ini akan terasa bagi team ini yang rear tires nya menggunakan skinny tires.
Lintasananya pun cukup lebar untuk setiap sisinya. Dan kiri kanannya di isi oleh gedung perkantoran, pohon yang rindang, dan tentu saja pedagang kaki lima. Jadi Anda tinggal duduk manis sambil makan bakso atau mie ayam, bahkan pempek, sambil melihat mobil berpacu didepan Anda. Benar-benar dimanjakan penonton disini.
Tibalah kami di ujung lintasan ini, yaitu garis finish. Dimana para pembalap B16 AP Speed mengamati area braking zone sejauh kurang lebih 150 m ini, lalu mereka harus berbalik arah menuju jalan balik yang terletak di bahu jalan lintasan sebelah kiri poto ini menuju paddock atau garis start. Karena diakhir lintasan ini adalah traffic light per-4tan.
Setelah kami mensurvey lintasan, kami pun kembali menuju paddock yang masih sepi ini. Sepertinya kami kepagian dari jadwal race 1 yaitu jam 8 pagi.
Pada event drag race di kota jambi ini, team B16 AP Speed menurunkan 3 mobil dari 7 mobil andalan mereka yang kesemuanya berbadan Honda Civic EG6. Dimulai dari yang pertama yaitu AP Speed Te-Em Jambi EG6 berwarna orange yang mesin D16nya mampu memuntahkan tenaga sebesar 248 hp
Lalu ada AP Speed Rainbow yang bermesin B20 yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 330 hp, yang best timenya 12.9 detik di sentul, dan 7,952 detik untuk 201m
Dan akhirnya AP Speed Spongebob EG6 dengan 330 hp B20 nya dengan best time 12.9 detik (402m)
Karena pagi harinya baru saja turun hujan, dan juga cuaca di atas track masih mendung dan berawan. Ban doughnuts atau slick tires nya pun disimpan diatas double cabin.
Selagi menunggu race dimulai, inilah aktifitas yang mungkin tidak ditemui di lintasan balap atau drag manapun di luar Indonesia.
Yaitu ngopi di dalam paddock atau di tepi lintasan. Apalagi minum kopi susu sambil updates status “ Ngopi dulu sebelum race di mulai @drag race Jambi”, seperti yang dilakukan Daddy atau bang Aprek tuner dari B16 AP Speed.
Kopi susu dan sepiring gado-gado, why not? Para penjual disini pun ramah-ramah dalam menyambut para pembeli.
MC pun sudah mulai mengeluarkan suaranya melalui pengeras suara, itu berarti race akan segera di mulai. Ketika melihat lagit keatas sudah lumayan cerah meskipun berawan dan lintasan sudah mulai mongering, waktunya untuk para crew AP Speed mengganti ke dry race alias slick tires.
Helmet pun sudah mulai dikeluarkan dari sarungnya, dan mulai line up diatas roof Rainbow. Itu berarti semakin dekat dengan heat 1.
Sebelum salah satu ban mobil team ini menyentuh garis start, diadakan terlebih dahulu ritual atau tradisi wajib yaitu berdoa bersama supaya diberikan keselematan, kelancaran, dan kemenangan dalam race kali ini.
B16 AP Speed yooo………
Dimulailah race yang pertama itu dengan QTT bagi mobil yang ikut di kelas bracket. M. Herdy pun memulai QTT hari itu untuk team B16 AP Speed dengan AP Speed Spongebob EG6.
M. Herdy pun memulai QTT bracket 8 detiknya nya dengan Spongebob
Setelah para peserta kelas bracket melakukan qtt dan mendaftarkan mobil mereka di kelas bracket yang diikutinya. Tibalah di acara yang mana para pembalap yang mengikuti event drag manapun hukumnya wajib untuk mengikuti acara tersebut. Yaitu absen pada early briefing.
Dan juga mengikuti early briefing dari pimpinan lomba mengenai do and don’t serta aturan main race kali ini supaya tidak menimbulkan ke galauan di tengah race atau pun setelah race.
Karena saya pada race kali itu memakai sebuah racing shoes berumur kurang lebih 10 tahun, dan terakhir kali saya pakai pada tahun 2010 ini baru saja saya perbaikin sol bawahnya. Jadi lah saya harus berkenalan dengan sepatu yang menemani saya sewaktu saya drag race dengan Suzuki Carry GT-R saya, yaitu lecet. Saya pun meminta plester pada ambulance yang parkir di samping garis start.
Heat 1 pun segera di mulai, para pembalap B16 AP Speed mulai memasangkan gear nya masing-masing dan bersiap untuk memulai race nya di Jambi Drag race 2013.
Tak terkecuali anak dari Fanny ini yang juga bersiap-siap untuk memphoto papanya beraksi dengan camera yang specnya diatas saya. Sepertinya saya ada saingan hari ini.
Race yang pertama dibuka dengan kelas bracket 8 detik yang hanya diikuti oleh 3 peserta, yaitu Moken dari Moken Power Jambi dengan Suzuki Katana 500 hp 1UZFE Twin turbo V8, dan 2 mobil dari B16 AP Speed. Pada kelas bracket 8 detik ini, Spongebob yang bertenaga 330 hp ini harus mengejar monster V8 twin turbo ini.
Terkendala karena telat start dan juga trouble pada electrical atau aki, membuat EG6 ini tertinggal dari Katana yang berada di lintasan sebelah. Tapi pada akhirnya mereka berdua brake out dari kelas bracket 8 detik, karena finish dengan catatan waktu 9 detik an.
Mobil ke-3 di kleas bracket 8 detik adalah AP Speed Rainbow EG6 yang dipiloti oleh M. Herdy.
M. Herdy pun berhasil melesatkan Rainbow dari garis start hingg finish dengan menyentuh angka 08.554 detik. Membuatnya keluar sebagai juara tunggal the one and only kelas bracket 8 detik.
Setelah running di kelas braket 8 detik, rainbow pun mendapatkan perwatan intens dari crew mekanik team yang bermarkas di daerah Duren Sawit ini. Mulai dari mendinginkan suhu temperaturenya hingga pengecekan electricalnya.
Masuk ke race yang ke-2 adalah kelas sedan modif s/d 1700 cc yang mana dimulai dengan Fanny yang berada dibalik kemudi 248 hp EG6 ini.
Jika dulu mobil ini berwarna putih dengan stripping biru dan merah, dan kampung halamannya adalah Arema Malang. Tapi semenjak tahun 2012 di boyong oleh Fanny ke Jambi dan berubah warna menjadi orange.
Best time dari mobil eks pak Hendro si ABG tua Malang ini adalah 8,4 detik (201m) dan 13,5 detik (402m). Inilah pertama kalinya mobil ini menginjakkan kakinya di lintasan Jambi.
Fanny pun berhasil menyentuh garus finish dengan catatan waktu 09.086 detik yang membuatnya berada di posisi ke-2 di kelas ini.
Sesampainya di waiting zone, Fanny pun menyampaikan beberapa trouble yang dialaminya sewaktu membawa mobil ini di lintasan kepada Daddy.
2nd pilot di kelas sedan modif s/d 1700cc atau kalo di jawa kelas 2.1 ini, yaitu Anggoro Oyot
Oyot yang pun berhasil mencetak waktu 08.859 detik dan mengantarkannya sebagai yang tercepat di kelas ini.
Oyot yang pun berhasil mencetak waktu 08.859 detik dan mengantarkannya sebagai yang tercepat di kelas ini.
M. Herdy pun mulai men set ulang launch control dan juga engine limiternya, supaya mendapatkan timer yang lebih tajam daripada Fanny, dan juga Oyot.
Mobil yang sebagian besar masih berbentuk stock body ini pun tak luput dari carbon fiber, mulai dari lips, hood, fender, mirror, wings, dan juga trunk. Alasannya hanya satu weight reduction dan juga estetika alias penampilan.
Namun sayang M. Herdy belum mampu menggeser Fanny maupun Anggoro Oyot. Malah dia terlempat ke posisi ke 3 dengan catatan waktu nya 09.547 detik.
Beralih ke kelas N/A 4 cylinder 2500 cc, tampak Spongebob dan Rainbow sudah mulai menunggu di area waiting zone.
Spongebob pun mengalami sedikit masalah ketika hendak start, yaitu para panitia terutama pimpinan lomba sangsi akan mesin mobil ini yaitu lebih dari 2500cc. tetapi akhirnya setelah di cek enginenya, maka Spongebob ini diperbolehkan start.
Oyot yang mengendarai Spongebob ini langsung memacu EG6 bertenaga 330 hp ini, dan akhirnya menyetuh garis finish dengan catatan waktunya 09.051 detik.
Kami pun berhenti sejenak di waiting zone untuk line up di garis start. Beberapa mobil kelas berat dari tuan rumah dan beberapa kota seperti Palembang pun hadir meramaikan acara ini.
Ada Honda Civic EK atau Ferio ala Sponage dari kota Palembang
Mitsubishi Dan Gan dari Moken Power Jambi yang best timenya pada event ini 09.759 oleh Moken yang berhasil keluar sebagai juara 1 di kelas sedan modif 1701-2500 cc
Lalu ada Mitsubihi Dan Gan dari team Pro Drag RT dari kota Palembang yang pada hari itu meraih best time 10.288 detik dan juara ke-4 di kelas sedan modif 1701-2500 cc.
Mitsubishi Galant yang enginenya sudah di swap dengan mesin VR-4 4B11TT dari kota Palembang yang mampu mengantarkan Dwipa dari Pradia motor Palembang di posisi ke 3 dengan catatan waktu 08.982 detik.
Dan akhirnya sebuah Suzuki Katana yang jika jaman bahula saya sering mengasapi mobil bermesin F10 970 cc ini setengah lapangan, kini mungkin saya yang ditinggal satu putaran bumi. 500 hp 1UZFE twin turbo V8 nya mampu mencetak waktu 08.167 detik dan mengantarkan Moken dari Moken Power sebagai juara 1 di kelas FFA
Setelah mengantri beberapa saat, kini giliran M.Herdy yang memacu Rainbow di kelas FFA atau Free For All. Daddy atau Bang Aprek pun memberikan sedikit early briefing sebelum M. Herdy memasuki area garis start.
Pria yang basically adalah seorang pembalap circuit attack atau touring ini, kini mengincar waktu 8 kecil dengan B20 yang bertenaga sekitar 330 HP ini. Dari mobil Timor Touring kini beralih ke EG6 Drag Pedes-Maniz.
M. Herdy pun mulai memasuki grid start untuk memulai pertarungannya di kelas paling atas di sebuah event drag race atau lebih di kenal dengan nama FFA (Free For All). Dengan dibantu beberapa crew AP Speed, Rainbow pun di tatat posisi nya di grid.
Saya sudah mengikuti mantan pembalap touring timor ini beraksi di event drag race Sentul. Dan bisa saya bilang pembalap Jawa Barat atau Jakarta yang skill tukang jambret atau mencuri lampu startnya sama dengan skill jambret para pembalap Jawa Timur atau Jawa Tengah, yaitu M. Herdy. Maklum di Jawa Tengah, terutama Jawa Timur Surabaya, lampu start adalah menu wajib mereka setiap malam minggu. Makanya mereka terkenal sebagai tukang jambret dengan skill RT atau reaction time yang cukup tajam (0.00X atau 0.0XX)
Walaupun di Jambi tidak ada reaction timenya, tapi M. Herdy pun langsung full throttle begitu lampu hijau menyala dan melesat meninggalkan garis start denga sangat kencang.
Lalu pria Sunda ini pun berhasil menyentuh garis finish dengan catatan waktunya 08.357 detik. Yang memabawanya menjadi mobil Natural Aspirated yang tercepat di kota Jambi. M. Herdy pun berhasil keluar sebagai juara ke-2 di kelas FFA. Sementara di kelas sedan modif 17001 s/d 2500cc Herdy meraih mencetak waktu tercepat untuk N/A car yaitu 8,299 detik.
Andre PB yang merupakan owner dari AP Speed Pink love EG6 B20 kali ini turun dengan Spongebob. Ini adalah 1st debutnya naik Spongebob yang bertenaga sekitar 330 HP
Karena baru pertama kali naik Spongebob, dan juga harus beradaptasi dengan body Spongebob yang sedikit liar (lari-lari). Andre pun hanya berhasil mencetak waktu 10.133 detik di kelas sedan modif 1701-2500 cc menempati posisi ke-5.
Aik pun bersiap-bersiap di waiting zone untuk memulai 1st debutnya di lintasan kota Jambi dengan mobil kesayangannya bernama Rainbow ini.
Aik merupakan pembalap termuda yang di miliki oleh team B16 AP Speed. Umurnya sekitar 18 tahun my age somethinglah. Yang jelas dia masih duduk dibangku SMA.
Karena racenya hari Minggu, jadilah pelajar di sebuah SMA di kota tangerang ini bisa ikut race di kota Jambi. Namun pesawat terakhir dari kota Jambi sekitar jam 6 sore menunggunya di Airport. Well I think he’s a good student. School first.
Begitu lampu kuning berubah menjadi hijau, Aik pun langsung menginjak pedal gas, dan langsung melesatkan Rainbow meninggalkan garis start.
Pria yang hobby bermain skateboard ini pun berhasil mencetak waktu 08.674 detik dan berhasil duduk di peringkat ke-2 di kelas N/A 4 cylinder 2500 cc.
Selagi menunggu beberapa mobil yang hendak start, saya pun tinggal menuju pagar pembatas dan langsung order sebuah es tebu khas kota Jambi.
Hanya di kota Jambi Anda bisa memesan langsung makan dan minuman dari dalam lintasan tanpa harus berjalan jauh, bahakn di tepi lintasan. Mulai dari bakso, pempek, mie ayam, gado-gado, nasi campur semua ada disini. Es tebunya? Not to sweet and fresh…perfect.
Selagi saya meminum es tebu saya , saya pun melihat Fanny berlari dengan Toyota Hilux Turbo nya di kelas bracket 11 detik. Sayangnya double cabin ini jauh dari waktu 11 detik.
Lanjut ke area waiting zone ada Fanny yang kali ini berada di balik Spongebob dan turun di kelas N/A 4 cylinder 2500 cc
Ini adalah 1st debutnya Fanny mempiloti Spongebob. Pria asli kota Jambi ini pun dengan susah payah beradaptasi dengan keliaran Spongebob.
Walaupun katanya setelah finish dia kapok dengan goyang dombret pantat dari si Spongebob. Namun akhirnya dia mencetak waktu 09.172 detik. Dan membawanya ke peringkat ke-5 di kelas N/A 4 cylinder 2500cc
Di kelas sedan modif 1701-2500 cc terjadi B16 AP Speed All Star, dari posisi 1-4.
Sekitar jam 4 sore, race pun diputuskan berakhir. Padahal kelas neraka seperti FFA, N/A 4 cylinder 2500cc, sedan modif 1701-2500 cc, dan sedan modif s/d 1700cc belum dimulai heat ke-2 nya. Jadi secara otomatis hanya heat 1 yang diambil catatan waktunya. Race ini berakhir karena terkait ijin dari panitia lomba yang hanya diberikan ijin memakai jalan raya ini hingga pukul 17:15 WIB.
M. Herdy menjadi peraih piala terbanyak untuk team B16 AP Speed (4 piala), pembalap tercepat team B16 AP Speed di kota Jambi, dan juga the fastest N/A di kota Jambi. Semua bisa diraih tentu saja berkat didukung oleh doa seorang Ibu. Dan untuk event di kota Jambi ini, ibu dari M. Herdy pun menyempatkan diri untuk mendukung putranya bertanding.
Saya selalu suka dengan hal-hal yang berhubungan dengan gear pendukung motorsport seperti helmet, race suit dan juga shoes. Kali ini saya naksir berat dengan Alpinestar racing shoes milik M. Herdy.
Walaupun kecewa tidak ada heat ke-2 untuk mobil yang sudah jauh-jauh dibawa dari kota Jakarta, namun team B16 AP Speed kembali lagi ke tujuan awal dalam mengikuti event drag race di kota Jambi ini. Yaitu memenuhi undangan Fanny yang merupakan salah satu anggota team B16 AP Speed yang merupakan putra Jambi, dan juga ikut meramaikan event yang terakhir kali diadakan di kota Jambi sekitar 2 tahun yang lalu.
Sekali-kali saya ikutan berpose bersama dengan team All Motornya Indonesia, sebagai kenang-kenangan saya pernah mengikuti study tour mereka berkeliling Indonesia
Sebuah motorsport biasanya tidak berkahir sesuai dengan yang kita harapkan. Setelah race diumumkan berakhir, ada beberapa kelas yang diprotes oleh beberapa pihak. Salah satunya adalah kelas sedan modif 1701 s/d 2500 cc yang didalamnya terdapat 4 pembalap B16 AP Speed yang menempati posisi ke 1 hingga 4.
Protes pun berlangsung hingga akhirnya untuk menghindari keributan, pimpinan lomba menggeser pertemuannya dengan pihak B16 AP Speed dan perwakilan team lain ke tengah lintasan. Kericuhan ini disebabkan terjadinya miss communication antara panitia dengan peserta. Di awal sebelum race kelas sedan modif 1701 s/d 2500cc disebutkan non engine series, namun begitu race atau setelah race berubah menjadi engine series. Yang menyebabkan M. Herdy dan panitia mengambil keputusan 4 pemabalap B16 AP Speed tidak mendapatkan piala (1-4), namun uang pendaftarannya di kembalikan.
Saya baru sadar ketika melihat poto ini, bahwa saya sedang bernarsis ria mengabadikan saya di sirkuit Jambi, sementara orang di belakang saya sedang kebakaran jenggot protes di kelas yang di ikutinya.lol
Akhirnya tepat jam 5 sore dimana jalan sudah mulai dibuka lagi untuk umum, pengumuman pemenang pun dimulai. Dimulai dari juara di kelas sedan modif s/d 1700c. Juara 1 Anggoro Oyot B16 AP Speed (08.859), juara ke-2 Fanny B16 AP Speed Jambi (09.086), juara ke-3 M. Herdy B16 AP Speed (9.547), juara ke-4 Abi Mang Din (10.334), dan juara ke-5 Daden Mas (10.716)
Sementara di kelas FFA. Moken dari Moken racing dengan Katana V8 nya berhasil keluar sebagai juara 1 (08.167), diikuti oleh M.Herdy B16 AP Speed (08.357), juara ke-3 Dwipa (08.982), juara ke-4 Doddy moken power (09.035), dan akhirnya Anggoro Oyot B16 AP Speed (09.073)
Sementara di kelas N/A Cylinder 2500cc terjadi B16 AP Speed all star. Dari juara1 hingga 5 semuaya dikuasai oleh team daro kota Jakarta ini.
Sementara the lone ranger dikelas bracket 8 , M. Herdy dengan catatan waktunya 08.554 detik
B16 AP Speed akhirnya tetap melanjutkan tradisinya dengan memborong sebanyak 13 piala dari event drag di kota jambi ini
Walaupun kehilangan 1 gelar di kelas sedan modif 1701 s/d 2500cc tidak membuat Fanny yang seharusnya naik ke podium juara ke 4 menjadi sedih. Putra jambi ini malah puas dan senang akan hasil akhir di drag ini, bahwa dia bisa mengundang teamnya ke kota kelahirannya dan bertanding disini dengan hasil yang cukup memuaskan. 13 Piala, termasuk 2 yang disumbangkan olehnya.
Kami pun berjalan sejauh kurang lebih 500 meter menuju rumah Fanny dengan 3 kendaraan yang sudah full heavy metal melewati sunset kota Jambi
Dan begitu tiba di rumah Fanny, truck gendong ini langsung mengendong ke-3 mobil ini untuk langsung malam itu juga dibawa pulang ke kota Jakarta.
Kenapa malam itu langsung dibawa pulang ke kota Jakarta, karena kurang lebih 2 minggu lagi mobil-mobil ini akan dipersiapkan untuk turun di Sentul Drag race yang akan digelar pada tanggal 19-20 Oktober 2013 di Sentul Circuit. Dan Daddy pun sudah siap menunggu ke-3 EG6 ini untuk di re-tune. See you later in Sentul guys…
-Bayu Sulistyo |nyonk|
*Like us on our facebook fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram : @perfourm






































































































