Akhirnya saya atau Perfourm berhasil meng unlocked new circuit, yaitu Shanghai International Circuit China pada dari tanggal 23 April – 26 April 2025 yang lalu pada ajang TCR Asia Series 2025 rd.1 bersama pembalap Indonesia Benny Santoso.
Saya pun mulai menginjakkan kaki saya di sirkuit sepanjang 4,6 km pada hari Rabu (23/4), dimana sesi Test Session 1 sampai Test Session 4 berlangsung (latihan berbayar).
Yang membuat saya ada waktu untuk meng explore sirkuit yang di resmikan pada Juni 2004 yang lalu bersama Benny Santoso dengan Hyundai Elantra N TCR nya
Saya pun d buat takjub dengan kemegahan sirkuit yang didesain oleh Hermann Tilke yang merukan maestro dalam mendesain dan membuat sirkuit F1 di hampir seluruh belahan dunia. Main grandstand yang berada pas di depan grid dan pit mengingatkan saya dengan grand stand ala stadion sepak bola yang menjulang tinggi ke atas ini mampu menampung sebanyak 20.000 penonton.
Apalagi view landscape main building yang sekilas mirip perahu ini sangat iconic hingga membuat saya berjuang selama 2 hari untuk bisa sampai di sisi luar Turn 1. Maklum saja karena saya yang dulunya Cuma bisa nonton dan liat di tv atau IG, akhirnya bisa keturutan langsung memphotodi Shanghai International Circuit. Turn 1 dan 2 nya pun mirip dengan Sepang International Circuit, namun lebih melambung tidak pendek seperti di Sepang. Plus curam.
” may The Grip be with you”… kata si Bibendum
Tak lengkap rasanya jika di negeri Tirai bamboo yang punya pabrikan mobil bejibun tapi tak ada balapan One Make Race nya. Salah satu yang lagi on fire adalah balapan one make race Lynk & Co Challenge Cup yang menggunakan mobil Lynk & Co 03 dengan power output mencapai 218 hp/325 Nm dari mesin 2.0 Lt Turbo. Bandingkan dengan OMR Jazz atau Brio di Indonesia.
Kalo versi OMR 03 nya kurang nggigit, maka Anda bisa ambil Lynk & Co 03 TCR yang merupakan juara dunia TCR 3 tahun berturut-turut dari 2019.2020, dan 2021. Dengan mesin 2.0 Lt turbo yang sudah di tuning ulang oleh Cyan (tuner Volvo) yang mampu menghasilkan power out put sebesar 340 hp/420 Nm dengan 6-speed sequential gearbox.
Ditengah banjiran mobil produk home made atau buatan China dan Eropa, tentu saja masih ada tempat atau cinta buat para owner JDM car yang sudah terhitung tua. CTCC atau China Touring Car Championship kalo di Indonesia seperti STCR (Super Touring Car Race), yang merupakan balapan gado-gado mulai dari mobil pabrikan Eropa, China , hingga Jepang. Mulai dari yang NA, Turbo, mobil masal, hingga sport car ada disini.
Seperti Honda Jazz atau Fit terbaru penerus GK5 yang ga muncul di Indonesia, ternyata sudah dibuat balap di China Gerasi ke-4 dari keluarga Jazz atau Fit ini berkode chassis GR atau GS ini menggendong mesin130 Hp L15BU DOHC Earth dreams . Suaranya? Ya same-same dengan GK5 Alvin Bahar di ITCR Max
Sama seperti Jazz generasi terbaru yang tidak pernah saya liat penampakkannya di Indonesia, ada juga mobil balap dari pabrikan tertua China yang seliweran dengan warna kuning menyalanya. Yang membuat saya neck breker adalah grill atau tampang depannya lebih mirip mobil Roll Royce ketimbang mobil balap. Meet Hongqi H5 dari Hongqi Racing Team yang merupakan versi racing One Make Race dari mobil mid size 221 hp 2.0 Lt Tubro sedan lansiran Hongqi




















