BENNY SANTOSO “NOBODY PERFECT’S” CHAMP 2025 FINAL ROUND TCR ASIA ZHUZHOU CHINA

Benny Santoso pembalap nasional Indonesia asal kota Brebes, Jawa Tengah yang di sponsori oleh Bank BJB ini berhasil menutup musim balap 2025 nya dengan keluar sebagai juara umum 2025 TCR Asia Cup Class dan Juara Umum ke-3 overall 2025 TCR Asia di Final Round 2025 TCR Asia Series, Zhuzhou International Circuit, China pada Minggu, 2 November 2025 yang lalu.

Jika round 1 nya di buka di Shanghai International Circuit (saya ikut), lalu Ningbo International Circuit (China), Sepang International Circuit (Malaysia), lalu Inje Speedium (Korea Selatan). Maka final round TCR Asia 2025 ini mengambil tempat di Zhuzhou International Circuit yang terletak di kota Zhuzhou China. Sirkuit sepanjang 3,774 km dengan 14 tikungan di dalamnya (anti clock wise) mempunyai FIA grade 2

THURSDAY – THE TRACK WALK

Saya pun kembali bergabung dengan Benny Santoso untuk track walk di hari Kamis nya (30/10) dalam kondisi gerimis /hujan . Ini adalah ke-2 kalinya saya mengawal pembalap nasional asal kota Brebes di TCR Asia setelah pada race Ningbo (China), dan Inje (Korea Selatan) saya absen.

Walaupun selama kurang lebih satu jam kami berjalan di dalam sirkuit sepanjang 3,7 yang anti clock wise dan seperti roller coster alias track yang naik-turun namun kami semua tetap semangat. Rahasianya karena suhu nya dingin.

Benny sendiri mengakui kalo track yang satu ini cukup menantang karena altitude atau kondisi track yang naik turun plus  anti clock wise (dia terbiasa dengan clock wise di Sentul)

FRIDAY – THE SHAKEDOWN

Jika di seri pembuka TCR Asia Shanghai kita mulai start dari hari rabu (paid practice). Maka di final round kali ini aktifitas shakedownya baru di mulai di hari Jum’at (31/10). Dimana pada hari Kamis nya kami hanya melakukan track walk dan registrasi.

Ada satu perubahan besar sekaligus tantangan bagi Benny Santoso di akhir musim balapnya ini. Yaitu pergantian ban baru dari Sailun ke Kumho pada balapan di Zhuzhou yang sekaligus berbarengan dengan balapan World Tour TCR Series 2025 yang menggunakan one make tires , Kumho.

Yang mana dia harus cepat beradaptasi lagi dengan ban barunya ini di sirkuit baru pula dengan kondisi cuacanya yang lembab (mendung). Bisa di bilang battle scar di hampir seluruh body Hyundai Elantra N TCR nya menjadi bukti perjuangannya yang memimpin perolehan point Cup Class TCR Asia 2025 hingga seri Zhuzhou ini.

Shakedown pertama pun di mulai pada Jum’at pagi dimana cuaca di Zhuhai circuit ini masih sama seperti kemaren (Kamis), namun tidak hujan atau gerimis

Benny Santoso akhirnya memulai debut perdananya di sirkuit sepanjang 3,77 km ini dengan kondisi cuaca di luar sekitar 17 derajat celcius.

Tantanganya adalah, dia harus cepat beradaptasi dengan ban baru plus sirkuit baru yang anti clockwise dengan banyak uphill dan downhill yang cukup curam dan berakhir dengan u-turn atau hairpin yang cukup tajam, maupun tikungan panjang namun miring (bank)

Di sesi ini pun saya melihat Benny sepertinya sedikit kewalahan  (ngeblock) dalam mencari braking point / zone yang pas buat dirinya. Terlebih lagi ban slicknya (Kumho) baru pertama kali dia pakai disini. Apalagi dalam cuaca atau suhu yang dingin susah untuk mendapatkan grip atau temperature yang maksimal. Benny pun menyelesaikan Free Practice 1 dengan best timenya 1:47.923

So, itulah kenapa dibutuhkan seorang race engineering yang katam atau paham setingan mobil, track layout, juga membaca dan menganalisa video onboard plus data logger dari run tadi. Dia adalah Miguel, Engineering kepercayaannya Benny yang mengantarkannya ke podium Shanghai (TCR Asia rd.1). Miguel pun menjelaskan di bagian/sector/tikungan mana Benny yang sudah bagus atau jelek, lalu memberikan imput masukan supaya run Benny lebeih baik. Di luar itu imput dari Benny perihal mobil (plus/minus)nya di terjemahkan Miguel berupa note atau catatan perubahan setingan mobil darinya ke crew mekanik. Proses ini berulang-ulang setelah selesai run atau race.

Hasilnya? Di run yang ke-2 pada sesi shakedown Benny tampil semakin percaya diri. Bahkan dia mempu membayangi para pembalap top pabrikan dunia yang tergabung di TCR World Tour Series 2025

Sementara untuk level pembalap TCR Asia, torehan waktu Benny terbilang terbaik dari pembalap TCR Asia lainnya, meskipun beberapa pembalap asal China sudah lebih dulu katam atau paham dengan track ini. Di Free Practice ke-2 ini pembalap Z&C Corp Racing Team ini berhasil menorehkan best time nya 1:47.486. Sementara fastest lap TCR World Tour (P1), 1:44.343

Benny Santoso akhirnya mengakhiri sesi Shakedown sumringah plus percaya diri untuk menghadapi sesi QTT dan juga Race 1 yang digelar ke esokan harinya (Sabtu). Feels like Ford v Ferrari movie poster right?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini