Setelah mengalami kendala adaptasi mainan baru bernama dogbox gearbox, dan sempat di larikan ke bengkel AP Speed pada sore harinya untuk general check up. Kini di hari ke-2 atau lebih tepatnya race day di Sentul Drag Race 2013 round 2 (19-20 Oktober 2013), The Flash Ap Speed EG6 ready to run.
Pagi hari sekitar jam 8 pagi setelah menyantap hidangan breakfast, saya dan Rian meluncur menuju ke Sentul Circuit yang jaraknya sekitar 30 menit dari kediaman. Masih tampak terlihat di wajah Rian kegalauannya akan mainan barunya bernama dogbox yang harus di mainkannya di race day ini. Mengingat kemaren sewaktu qtt day, dia mempunyai track record yang kurang menyenangkan dengan gearbox baru itu.
Setelah sekitar 30 menit perjalanan melewati tol Jagorawi, tibalah kami di pit no 25-26 tempat headquarter team B16 AP Speed selama bertarung di track 402 meter ini.
The Flash pun akhirnya kembali lagi di pit no. 25 ini, setelah kemarin di qtt day sempat trouble dan dipaksa di towing menuju AP Speed untuk general check up pada engine dan gearboxnya.
Bagaimanapun juga the show must go on, atau dengan kata lainnya Apapun yang terjadi dengan mobil berkelir merah ini, The Flash harus tetap berlari di race day ini. Karena banyak yang menantikan performance dari salah satu monster All Motor yang mencoba menjadi yang tercepat dan memecahkan rekor All Motor Indonesia
Dengan ton’s of high end aftermarket racing part dan juga ton’s of horse power under the hood. Yang jelas The Flash ini, hungry for ET.
Dan untuk menyambut datangnya kembali The Flash ke lintasan, Rio the Owner membuat Flash t-shirt yang desainnya di design oleh Perfourm.
Rian pun kembali menuju ke dalam cockpit Flash untuk mencoba beradaptasi dengan dogbox ini.
Kemudian bersama M. Herdy menuju ke area parking lot yang terletak di belakang pit, untuk melakukan shakedown sebelum race yang pertama di race day ini.
1st run di shakedown session ini Rian masih berjuang mencari celah dari 2nd gear menuju 3rd gear yang terbilang angker ini. Akhirnya setelah beberapa kali wara-wiri, Rian akhirnya sukses mencapai 3rd gear dengan mulus dan masuk ke 4th gear.
Sementara M. Herdy yang merupakan joki ke-2 The Flash pun melakukan beberapa kali run sampai akhirnya bisa beradaptasi dengan dogbox ini dan lancar menuju 3rd gear nya.
Sesampainya di pit AP Speed, para crew telah menunggu untuk membawa masuk Flash ke dalam pit untuk pengecekan ulang.
Kembali ke pit AP Speed, Rian dan M. Herdy pun menyampaikan hasil shakedown mereka di bawah tadi kepada Daddy atau Bang Aprek. Menurut ke-2 pembalap ini, sela atau celah dogbox gearbox nya sudah lebih baik daripada kemaren, yang dimana mereka harus setengah mati mencari selanya. Tapi pada pagi hari ini mereka berdua, sudah mulai menyatu dengan engine dan dogboxnya.
Setelah melakukan shakedown di area parking lot Sentul Circuit. Kini tibalah untuk heat 1 di race day di kelas bracket 14 detik yang di ikuti oleh Pink Love AP Speed EG6. Sebelum mobil 1 team AP Speed meninggalkan pit, makan diadakan ritual wajib. Yaitu berdoa.
Dan juga tos ala AP Speed.
Karena semua orang di pit AP Speed sudah dibranding dengan The Flash t-shirt, well tak ada salahnya saya memphoto seluruh crew dan member team B16 AP Speed yang tampak seperti anak yatim piatu ini. Lol. It’s Flash day on team B16 AP Speed.
Helmet pun sudah keluar dari sarung atau tempatnya. Itu berarti the heat is on.
Andrie PB pun memulai debutnya di heat 1 di kelas bracket 14 detik dengan EG6 nya yang bernama Pink Love.
Andrie PB pun berhasil mencetak waktu 14,2 detik dengan Pink Love nya.
Sementara M. Herdy berhasil membuta si Pink Love brake out di kelas bracket 14 detik dengan catatan waktunya 13,7 detik.
Lalu setelah bercinta dengan Pink Love, tiba giliran M. Herdy bermain dengan Spongebob di kelas 13 detik.
Spongebob dan herdy pun meninggalkan pit AP Speed menuju ke garis start melewati pit line
Lalu masuk ke garis start, dan kemudian berlari bersama sebuah Toyota Innova Diesel Power di line sebelahnya. Anda bisa melihat dari sini si M. Herdy mengendarai Spongebob dengan sambil menengok kearah musuhnya yang terletak di sebelah kanannya. Alasannya karena Spongebob sedang trouble, kabel coilnya mendadak copot. Terang saya M. Herdy ketar-ketir jika si minibus ini menyalip Spongebob.
Hasilnya, M. Herdy hanya mampu mencetak waktu dengan 14, 6 detik. Membuatnya terlempar atau brake out dari kelas bracket 13 detik
Spongebob pun mendapatkan quick service di pit AP Speed setelah di 1st run di heat pertamanya di bracket 13 detik terkendala oleh kabel coil yang copot. Dan menyebabkan M. Herdy terlempar keluar dari zona 13 detik, yaitu 14,6 detik.
2nd pilot dari Spongebob adalah Anggoro Oyot.
Oyot pun berhasil menuntaskan heat 1 nya di kelas bracket 13 detik dengan miss gear. Walaupun Oyot mengalami miss gear, namun Spongebob masih berada di zona 13 detik. Yaitu 13,5 detik. Sedangkan di heat ke-2 nya, Oyot mampu mencetak waktu 13, 2 detik
Waktunya untuk masuk ke kelas bracket 12 detik, dimana Flash akan berlari di sini. Tapi sebelum maju ke medan perang, Rian pun memastikan dia sudah hapal benar dengan sela sewaktu dia memasukkan satu demi satu gear pada dogbox ini. Dia pun tak ingin mengulangi kesalahan yang sama sewaktu qtt day kemaren.
Setelah acara mengecek gearbox dengan cara body bagian depan di stand jack, mobil pun di kembalikan ke posisi semula. Rian pun mencoba menyatu dengan Flash dengan cara mendengarkan suara raungan engine 370 hp B20 nya.
Lalu keluar dari pit 25
Dan menuju ke garis start. Melewati beberapa pesaingnya di kelas 12 detik.
Meet the Wisesa Genk yang pada hari itu unloaded pit nya dengan 3 full metal jacket EG6 nya, yaitu Skunk 2 (tubular chassis+B20), dan record holder 402m all motor (12,1 detik), The Predator yang akhirnya pada race kali itu back in black again.
Dan juga new toy machine dari Progressive Bandung Motorsport, yaitu B20 turbo EG6 lengkap dengan Willie bar di belakangnya, yang sekilas seperti mini me nya Casper Engine+ EG6.
Inilah beberapa Monster EG6 yang harus di hadapi oleh Rian dan The Flashnya sewaktu bertarung di kelas bracket 12 detik.
Belum lagi ada pendatang baru yang jauh-jauh datang dari kota Pekanbaru, yaitu Baby Hulk Stevie Garage EG6.
So bagaimana rasanya ketika Anda di kepung oleh para pesaing, sedangkan senjata yang Anda gunakan troble atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dan parahnya lagi 1st debut Anda ini banyak ditunggu oleh orang. Well, I guess yang tahu jawabannya hanya Rian dan Daddy saja yang tahu. Rasanya seperti ada ton’s of G-force di kepala Anda.
Rianpun mulai melakukan warm up dengan melakukan burn out di waiting zone.
Lalu kemudian maju ke depan grid atau garis start. Dan masih sempat-sempatnya menyalakan GoPro di sampingnya sebelum melakukan start. Saya kira GoPro nya sudah dinyalakan sewaktu di waiting zone, ternyata baru dinyalakan sewaktu beberapa detik sebelum start.
Wajah dari pria yang hobby bermain basket ini suddenly dipenuhi dengan aura konsentrasi tingkat tinggi. This is the race day, and he don’t want to missed again.
Rianpun dengan mulus melesat meninggalkan garis start dan mulai menuju ke 2nd gear. Dia pun berhasil menuju ke 2nd gear.
Bang Aprek atau Daddy pun dengan was-was melihat Flash berlari di hadapannya, apalagi sebentar lagi akan masuk ke 3rd gear. Yang dimana merupakan penyakit Flash dari kemaren.
Akhirnya Rian pun berhasil memasukkan dogboxnya ke 3rd gear, Flashpun semakin berlari dengan kencang. Lalu masuk 4th gear, tambah kencang lagi. Namun ketika sekitar50 atau 100 meter sebelum garis start, ketika Rian hendak memasukkan ke 5th gear. He missed the gear.
Dengan wajah penuh deg-degan, Daddy pun melihat kea rah monitor timer yang terletak di meja panitia. 12 detik adalah waktu yang di inginkan oleh mekanik asal kota Trenggalek Jawa Timur ini. And suddenly, hasil dari miss gear pada 5th gear tadi adalah 12.7 detik.
Flashpun kembali ke area waiting zone dengan M. Herdy yang berada di balik kemudi dari Flash. 
M. Herdy pun menjadi tumpuan oleh Bang Aprek atau Daddy dan juga Rian untuk memperoleh best time dari Flash ini. Karena track record atau jam terbang pria Sunda ini sudah cukup tinggi di scene drag race bersama Pedes-Maniz EG6 nya.
Biasanya M. Herdy menggunakan Pedes-maniz, kini dia harus beradaptasi lagi dengan mobil yang spec nya di atas tunggangannya.
Dan menjadi pembalap tumpuan dari team B16 AP Speed untuk bisa mencetak best time monster AllMotor Eg6 baru dari team yang bermarkas di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur.
Pria yang basicnya dari dunia Touring Timor ini langsung melesat meninggalkan garis start. Kali ini dia head to head dengan sebuah evo III di sampingnya.
Sedikit tertinggal di awal garis start karena musuh yang dihadapinya AWD ayau all-wheel drive, Herdy pun memaksa Flash untuk berlari lebih kencang dengan memasukkan gearnya ke 2nd gear dan 3rd gear dengan mulus.
Daddy dan juga beberapa anggota team B16 AP Speed tampak sport jantung sambil menyaksikan layar kecil di meja panitia. Dan akhirnya M. Herdy mencetak waktu 12.7 detik. Hasil yang sama dengan Rian.
Heat 1 di kelas bracket 12 detik telah dilakukan oleh Flash dengan catatan waktunya 12.7 detik yang dicetak oleh 2 pembalapnya, yaitu Herdy dan Rian.
Flash pun kemudian di bawa masuk ke dalam pit untuk di istirahatkan sambil dilakukan quick check up pada engine dan juga gearboxnya.
Selagi Flash dan juga race sedang masuk dalam acara istirahat makan siang, saya pun baru bisa menikmati hidangan makan siang saya, disaat semua anggota team ini selesai makan siang. Maklum dari tadi saya wira-wira menjalankan tugas saya.
Ini dia menu makan siang saya yang berguna untuk membuat saya tetap bertenaga hingga akhir race nanti.
Yah Anda tahu beberapa penyakit lama setelah berolahraga lalu makan siang, yaitu kenyang dan mengantuk. Well, Anda bisa memilih untuk tidur siang atau BBS bobok bobok siang with style.
Atau out of style.
Dan menjadi bulan-bulanan teman Anda yang menjadikan Anda sebagai artis di media social dengan aksi tidur Anda.
Heat ke-2 pun segera di mulai, Rian pun segera bangun dari tidur siangnya dan mengarah ke area pit line untuk melakukan sedikit pemanasan dengan cara berjalan kaki di area pit ini.
Setelah merasa tubuhnya sudah dalam kondisi prima, dia pun menuju garis start untuk memulai heat ke-2 nya di kelas bracket 12 detik.
Flashpun berlari sendirian di tengah lintasan sepanjang 402 meter dengan mulus dan lancar dari 1st gear, 2nd gear, 3rd gear, dan 4th gear.
Namun karena trauma miss gear dari 4th gear ke 5th gear, Rianpun akhirnya memaksa menggunakan 4th gearnya hingga ke garis finish. 12,7 detik adalah waktu yang dihasilkan dari 4th gear yang dipaksa hingga batas maksimalnya oleh Rian.
Rianpun kembali menuju ke area pit untuk menyerahkan Flash kepada M. Herdy sebagai 2nd pilot di heat ke-2 kelas bracket 12 detik ini.
M. Herdy memulai start nya di heat ke-2 ini dengan mulus dan langsung melesat menuju garis finish. Tapi tampak disini, saya melihat M. Herdy bermain aman dengan tidak terlalu memaksakan mobil ini ketika shifting atau mengoper di setiap giginya.
Flash pun dengan sukses finish pada jarak 402 meter dengan 5th gear dan dengan time yang sama dengan Rian, yaitu 12, 7 detik
Herdy pun disambut oleh Rian ketika tiba di pit. Itu berarti mission completed. Mereka berhasil finish dengan sedikit kesalahan, walaupun Rian tadi miss gear di heat yang 1.
Lalu ke-2 orang pembalap ini terlibat perbincangan di pojok pit no . 25 mengenai hasil 2nd run pada heat ke-2 ini, yang dimana mereka mendapatkan hasil yang sama yaitu 12,7 detik. Dan juga secara kebetulan timenya sama juga dengan heat 1, yaitu sama-sama 12, 7 detik
Beberapa saat setelah kelas bracket 12 detik berakhir, hujan pun mulai turun membasahi Sentul Circuit.
Sebenarnya Flash rencananya akan turun lagi di kelas exhibition atau kelas nanggung yaitu kelas bracket 12,5 detik yang diadakan oleh panitia. Namun karena cuaca tidak mendukung, akhirnya kelas dibatalkan mengingat curah hujan yang cukup deras.
Orang yang mungkin berhak mendapatkan gelar sebagai galau man of the day adalah Bang Aprek Atau Daddy. Tak henti-hentinya Daddy memandangi Flash sambil berkecak pinggang. Mungkin dalam bahasa telepatinya ke EG6 berwarna merah ini,” kamu kok bandel? Padahal aku sudah merawat dan membangunmu dengan baik?”
Dari 4 race yang sudah lalui bersama team B16 AP Speed, baru kali ini saya melihat team besar ini pulang dengan hanya beberapa piala saja, yang biasanya rajin memborong piala di beberapa kelas. Dan juga 2 dari 4 mobil yang bertanding, terkena trouble semua. Wajar saja Daddy yang bertugas sebagai godfathernya team ini paling berat merasakan efek dari race kali ini. Terutama pada projectnya yang bernama Flash ini. Hari itu B16 Ap Speed hanya memenangkan 1 piala di kelas bracket 14 detik dengan Herdy di Pink Love EG6.
Ada sebuah quates yang saya piker cocok untuk team ini dan juga untuk seleuruh team dengan apapun jenis balapannya, yaitu Sometimes in Motorsport, you win some, you loses some, and you wrecked some.
Tapi intinya dari motorsport dan racer car adalah build, race, broke, build again,…
And race again with your team. That’s what I call Because race car and motorsport
Ini lah yang dinamakan sebagai wong ndeso atau orang deso, sudah 4 kali ke Sentul Cirucit tapi belum pernah tahu seperti apa area depan dari Sirkuit kebanggan bangsa Indonesia ini. Maklum sebagai seorang wartwawan, saya biasanya datang dan langsung nylonong ke area belakang atau area pit nya, dan tidak masuk dari area depan layaknya para penonton.
Riapun mengajak saya ke area depan dari Sirkuit ini, dan inilah pertama kalinya saya tahu seperti apa area depan Sirkuit ini lengkap dengan logo Sentul Circuit. Itu berarti saya sudah secara sah menginjakkan kaki di Sentul, dan saya pertama kali menginjakkan kaki disini dengan pria yang berada di sebelah saya ini sekitar bulan April 2013 yang lalu (round 1)
Dan yang pastinya Flash akan kembali lagi ke sirkuit ini, untuk mencetak waktu terbaiknya. Dan mungkin memburu record the fastest all motor atau N/A di Indonesia. Later…
-Bayu Sulistyo |nyonk|
*Like us on our facebook fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram : @perfourm














































































