Tim balap asal kota Malang Razaiq Motorsport dengan pembalap nya Rafi Thamrin, Junus Danuatmojo, Hayden Haikal (Malaysia), dan Bradley Anthony (Malaysia) berhasil merebut podium pertama pada ajang balap ketahanan Pertamina 6H Endurance Race yang diadakan pada hari Minggu, 1 Februari 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit Lombok.
Pada ajang balap ketahanan 6 jam ini Razaiq Motorsport menurunkan 4 pembalap nya dengan line up 2 pembalap dari Indonesia, yaitu Rafi Thamrin (owner, paling kiri) dan Junus D (ke-2 dari kanan). Plus 2 pembalap asal Malaysia, yaitu Hayden Haikal (ke-2 dari kiri), dan Bradley Anthony (paling kanan)
Tim asal kota Malang yang mengandalkan Honda Brio 1200 racikan R Speed Jakarta ini memulai start dari pole position atau terdepan setelah Hayden Haikal (Malaysia) yang merupakan pembalap JMR (Johor Motorsport) Junior Malaysia ( Mercedes AMG GT4) ini berhasil mencetak waktu 2:07.012 pada saat QTT (Sabtu 31/1) yang membuatnya menjadi pembalap tercepat dari total 9 pembalap lainnya termasuk ITCR 1500.
Race yang di mulai pada Minggu pagi (1/1) jam 10:01 WITA dibawah gerimis ini akan berlangsung selama 6 jam hingga jam 16:00 dengan tambahan +1 lap. Dimana Hayden dengan Honda Brio ITCR 1200 Razaiq Motorsport memimpin jalannya race dari barisan 6 mobil ITCR 1200 di belakangnya. (total 7). Walaupun Hayden (ITCR 1200) yang menjadi fastest lap time di QTT harus start di posisi ke-3 di belakang 2 Honda City ITCR 1500 sewaktu start awal (kapasitas mesin Brio lebih kecil dibandingkan dengan City)
Bahkan pembalap muda berusia 21 tahun ini mampu meng over take salah satu pembalap ITCR 1500 yang berada di depannya. Kini Hayden pun mengincar satu Honda City Hatchabck ITCR 1500 yang berada di depannya untuk merebut posisi pertama overall nya.
Tongkat estafet pun beralih dari Hayden yang sudah on track selama 1 jam an ke Rafi Thamrin, lalu ke Junus D, dan Bradley Anthony (Malaysia)
Dimana tim dengan racing support dari R Speed ini melakukan pit stop sebanyak 5 kali termasuk penggantian pembalap, refueling (bahan bakar), dan penggantian ban baru. “Dengan spesifikasi mobil balap yang mengacu pada Kejurnas ITCR 1.200, dan dengan bensin yang lebih banyak dari biasanya karena jam balapnya lebih panjang, kita juga melakukan penggantian part seperti sistem pengereman dengan yang spesifikasi endurance. Dalam arti, selama enam jam balapan, kita tidak melakukan penggantian brake pad,” jelas Wie Wie Rianto selaku Chief Engineer Razaiq Motorsport dari R Speed
















